Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Tenggarong Masih Zona Merah, Relawan Puluhan Kali “Kejar” Api Karhutla

207
×

Tenggarong Masih Zona Merah, Relawan Puluhan Kali “Kejar” Api Karhutla

Share this article
Petugas Berusaha Padamkan Kobaran Api. (Dok. Disdamkarmatan Kukar)
Petugas Berusaha Padamkan Kobaran Api. (Dok. Disdamkarmatan Kukar)
Example 468x60

KUKAR: Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), belum benar-benar mereda. Meski sejumlah titik api berhasil ditangani, wilayah Tenggarong masih berada dalam kategori zona merah karena hujan belum kunjung turun.

Kondisi ini membuat para relawan harus terus siaga. Dalam sebulan terakhir, mereka bahkan sudah puluhan kali turun langsung ke lokasi untuk mengejar dan mengendalikan kobaran api yang muncul di sejumlah kawasan.

Koordinator Relawan Balakacana Tenggarong, Rahmad Hidayat, mengatakan kondisi karhutla di Tenggarong belum bisa disebut aman.

“Untuk status karhutla di Tenggarong sampai saat ini masih dikategorikan zona merah. Karena cuaca kita di sini masih belum ada hujan,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi relawan yang harus bergerak cepat setiap kali menerima laporan kebakaran. Terlebih, sebagian titik api berada jauh dari permukiman dan sulit dijangkau sumber air.

Persoalan sumber air menjadi salah satu kendala terbesar di lapangan.

“Jadi lahan itu rata-rata jauh dari jangkauan sumber air. Makanya itu juga salah satu kendala kami di lapangan untuk distribusi air untuk pemadaman agak susah,” jelasnya.

Rahmad mengungkapkan, sepanjang Agustus lalu relawan sudah tidak terhitung berapa kali turun melakukan pemadaman. Memasuki September, intensitas penanganan juga masih tinggi dengan puluhan kali tim mendatangi lokasi kebakaran.

Beruntung, sebagian besar kebakaran di wilayah Tenggarong sejauh ini dapat dikendalikan dalam waktu 1×24 jam.

“Kalau untuk di Kecamatan Tenggarong, alhamdulillah 1×24 jam bisa sudah ditangani. Kita minimalisir, artinya kalau untuk padam total itu tidak mungkin,” katanya.

Bagi relawan, prioritas utama bukan hanya memadamkan api, tetapi memastikan kobaran tidak menjalar hingga mendekati permukiman warga.

“Yang sudah mendekati perumahan warga itu yang kami jadikan prioritas. Kami ngeblok supaya tidak mendekati permukiman warga,” ungkapnya.

Ia juga meminta masyarakat yang membuka lahan agar tidak meninggalkan api dalam kondisi masih menyala.

“Kami tidak melarang masyarakat membuka lahan, tapi tolong jangan sampai sudah membesar baru menghubungi kami. Ada yang sudah bakar lahan, besar, kemudian ditinggal. Itu jadi kendala juga bagi kami,” tegasnya.

Di tengah ancaman karhutla, kekuatan relawan di tingkat kelurahan juga terus bergerak. Relawan tersebar di sejumlah wilayah seperti Timbau, Kampung Baru, Mangkurawang hingga Panji.

Mereka tidak bekerja sendiri-sendiri. Setiap laporan kebakaran dikoordinasikan melalui posko sehingga relawan dari berbagai wilayah dapat bergerak bersama untuk mencegah api meluas.

Namun, perjuangan memadamkan karhutla juga memiliki risiko terhadap kesehatan. Paparan asap menjadi salah satu ancaman yang harus dihadapi para relawan ketika berada di lokasi kebakaran.

Rahmad mengatakan hingga kini belum ada laporan relawan yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kondisi kesehatan para relawan juga terus dipantau tim kesehatan.

“Kalau tubuh kami tidak sehat, kami tidak berani ke lapangan. Daripada mengambil risiko besar, yang memang tidak fit kami suruh standby saja,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri memberikan apresiasi terhadap perjuangan para relawan, petugas Damkar, BPBD hingga masyarakat yang turun langsung menangani karhutla.

Aulia menyebut upaya memadamkan api bukan pekerjaan mudah. Para petugas harus menghadapi kondisi lapangan dan asap saat berupaya menghentikan kobaran agar tidak semakin meluas.

“Effort untuk memadamkan api itu sangat besar. Saya melihat dan memonitor setiap saat bagaimana pengorbanan kawan-kawan relawan, baik itu dari Damkar, BPBD di lapangan, bahkan masyarakat yang ada di lapangan untuk memadamkan api itu,” katanya.

Menurutnya, kerja keras mereka dalam menangani karhutla patut mendapat penghargaan.

“Effort-nya sangat luar biasa. Kita-kita saja menurut hemat saya, belum tentu bisa melakukan seperti yang beliau-beliau lakukan,” pungkasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *