Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Kabut Asap Pekat, Dishub Kukar Imbau Pelayaran di Sungai Mahakam Tingkatkan Kewaspadaan

221
×

Kabut Asap Pekat, Dishub Kukar Imbau Pelayaran di Sungai Mahakam Tingkatkan Kewaspadaan

Share this article
Lalulintas di Perairan Sungai Mahakam Tenggarong (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Lalulintas di Perairan Sungai Mahakam Tenggarong (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mendapat perhatian dari sisi keselamatan transportasi sungai. Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar mengimbau pengguna jasa angkutan sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika jarak pandang terganggu.

Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kukar, Rakhmadani Hidayat, mengatakan pihaknya masih menunggu arahan pemerintah daerah terkait kondisi kabut asap dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.

“Kalau dari kami tentunya tetap menunggu arahan dari pimpinan, pemerintah daerah untuk menilai kondisi kabut. Kalau untuk kesehatan udara, kita tentunya menunggu arahan,” ujarnya Rabu (16/9/2026).

Namun, dari sisi keselamatan pelayaran, Rakhmadani menyebut sudah terdapat arahan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) agar pengguna transportasi sungai tetap berhati-hati dan waspada.

Imbauan tersebut ditujukan kepada pengguna jasa armada sungai, khususnya yang beraktivitas di perairan Sungai Mahakam maupun wilayah sungai dan danau lainnya di Kukar.

Menurutnya, kondisi jarak pandang menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam pelayaran. Apabila jarak pandang terganggu secara signifikan, pengguna armada disarankan mencari lokasi yang aman sebelum melanjutkan perjalanan.

“Bagi pengguna jasa armada sungai di perairan Mahakam maupun wilayah perairan sungai dan danau, tetap diharapkan waspada, memperhatikan navigasi dan atribut keselamatan pelayaran,” katanya.

Rakhmadani menambahkan, hingga Rabu (16/9/2026), pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat terkait gangguan jarak pandang yang berdampak terhadap aktivitas pelayaran.

“Sejauh ini belum ada. Pekatnya baru hari ini, jadi kami masih memperhatikan kondisinya,” jelasnya.

Ia juga meminta petugas di sejumlah dermaga untuk terus memantau situasi keselamatan perairan. Jika kondisi kabut semakin pekat dan jarak pandang dinilai membahayakan, aspek keselamatan harus menjadi prioritas sebelum armada melanjutkan perjalanan.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Puskesmas Loa Ipuh, kondisi kualitas udara pada Rabu (16/9/2026) pukul 13.55 WITA menunjukkan konsentrasi PM2,5 mencapai 298 µg/m³ dan PM10 sebesar 521 µg/m³. Keduanya masuk kategori berbahaya berdasarkan standar indeks kualitas udara yang dicantumkan Puskesmas Loa Ipuh.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena partikel PM2,5 berukuran sangat kecil dan dapat terhirup hingga ke saluran pernapasan, sementara PM10 juga berpotensi berdampak terhadap kesehatan.

Dengan kondisi kabut yang masih dipantau, Dishub Kukar meminta masyarakat pengguna transportasi sungai tidak mengabaikan faktor keselamatan, terutama apabila jarak pandang di sepanjang jalur pelayaran mulai terbatas. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *