KUKAR: Kabar baik bagi masyarakat Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. Pembangunan jalan semenisasi di Jalan Muso Bin Salim yang sebelumnya belum tuntas, kini kembali dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Lurah Melayu, Muhammad Hafidz, mengatakan pihak kelurahan telah menerima surat pemberitahuan dari Dinas PU Kukar melalui Bidang Bina Marga terkait dimulainya kembali pekerjaan tersebut pada 8 September 2026.
“Alhamdulillah, Dinas PU melalui Bina Marga sudah melayangkan surat kepada kami selaku wilayah objek untuk penyelesaian pekerjaan semenisasi Jalan Muso Bin Salim,” kata Hafidz Rabu (16/9/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan kontrak, pekerjaan tersebut memiliki waktu pelaksanaan sekitar 105 hari, terhitung sejak 7 September hingga 20 Desember 2026.
Hafidz mengakui, penyelesaian pekerjaan mengalami keterlambatan dari jadwal sebelumnya. Kondisi tersebut tidak terlepas dari keterbatasan keuangan daerah, termasuk ketidaklancaran transfer anggaran dari pemerintah pusat.
Meski demikian, Pemkab Kukar tetap berupaya memprioritaskan penyelesaian Jalan Muso Bin Salim karena dinilai memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat.
“Walaupun dengan finansial yang terbatas, pemerintah daerah tetap berupaya memprioritaskan jalan ini agar tetap bisa dilaksanakan pada 2026,” ujarnya.
Menurut Hafidz, akses Jalan Muso Bin Salim cukup strategis karena berada di kawasan Imam Bonjol yang menjadi salah satu akses menuju sejumlah perkantoran. Sedikitnya terdapat sekitar lima perkantoran di kawasan tersebut.
Dengan dilanjutkannya pekerjaan, ia berharap akses masyarakat maupun aktivitas perkantoran dapat berjalan lebih lancar.
“Harapannya yang pasti memudahkan akses jalan, termasuk ke perkantoran serta warga yang berdomisili di sekitar wilayah Imam Bonjol,” katanya.
Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, menjelaskan pekerjaan saat ini telah memasuki tahap persiapan dan mobilisasi alat di lapangan.
“Waktunya sekitar tiga bulan setengah. Mulainya minggu kemarin. Kemarin masih persiapan, sekarang sudah mobilisasi alat,” jelas Linda.
Ia mengatakan, pekerjaan awal akan difokuskan pada bagian badan jalan dan sejumlah saluran drainase yang perlu diselesaikan, khususnya di sisi kanan jika dari arah Jalan Imam Bonjol.
“Yang sisi kanan kita tuntaskan salurannya sampai pertemuan Imam Bonjol. Kalau sisi kiri belum semuanya dikerjakan karena anggarannya tidak cukup,” ujarnya.
Linda menambahkan, ruas Jalan Muso Bin Salim yang menjadi bagian pekerjaan tahun ini memiliki panjang sekitar 300 meter. Pekerjaan badan jalan akan menggunakan konstruksi beton terlebih dahulu.
“Badan jalannya dikerjakan beton dulu. Kalau untuk aspal, nanti setelah saluran kiri dan kanan semuanya selesai, baru ditutup dengan overlay atau aspal,” jelasnya.
Selain badan jalan dan drainase, Dinas PU juga akan memperbaiki satu box drainase yang berada di tengah badan jalan sebelum kawasan Polsek. Box existing tersebut akan dibongkar dan diperbaiki agar tidak mengganggu konstruksi jalan.
Linda menyebutkan, anggaran yang tersedia untuk pekerjaan tersebut sekitar Rp6,8 miliar berdasarkan pagu dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
“Dengan waktu pelaksanaan yang relatif terbatas, kami menargetkan pekerjaan dapat berjalan sesuai kontrak hingga batas waktu yang telah ditentukan pada Desember 2026,” pungkasnya. (and)

















