Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Kabut Asap Kembali Selimuti Tenggarong, Masyarakat Di Himbau Tetap Memakai Masker

240
×

Kabut Asap Kembali Selimuti Tenggarong, Masyarakat Di Himbau Tetap Memakai Masker

Share this article
Kondisi Tenggarong Rabu (16/9/2026) Diselimuti Kabut Asap Karhutla (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Kondisi Tenggarong Rabu (16/9/2026) Diselimuti Kabut Asap Karhutla (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Kabut asap kembali menyelimuti wilayah Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (16/9/2026). Asap terlihat cukup tebal sejak pagi dan disertai bau menyengat yang dikeluhkan warga.

Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat di luar ruangan kembali terganggu. Selain jarak pandang yang berpotensi berkurang, bau asap juga membuat sebagian warga merasa tidak nyaman, terutama saat menghirup udara di luar rumah.

Yadi, salah seorang warga Tenggarong, mengatakan kabut asap sudah terlihat sejak pagi. Menurutnya, bau asap cukup menyengat hingga mengganggu pernapasan.

“Dari pagi sudah ada asap dan baunya cukup menyengat. Pernapasan juga terasa terganggu,” ujar Yadi Rabu (16/9/2026).

Ia juga mengaitkan kondisi tersebut dengan kebakaran lahan yang sebelumnya terjadi di wilayah Loa Tebu. Namun, ia berharap kondisi tersebut segera membaik dan hujan turun untuk membantu mengurangi kabut asap.

“Apalagi kemarin baru saja terjadi kebakaran lahan di wilayah Loa Tebu. Kemungkinan dampaknya sampai ke kabut asap hari ini. Harapannya asap segera reda dan turun hujan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan dampak kabut asap terhadap kesehatan salah satunya dapat dilihat dari perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang tercatat di fasilitas pelayanan kesehatan.

Ia menyebut, sepanjang September 2026, kasus ISPA yang tercatat rata-rata mencapai 300 hingga 400 kasus. Angka tersebut relatif sama dengan kondisi pada Agustus, tetapi lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

“Untuk kasus ISPA, dalam bulan September ini rata-rata sekitar 300–400 kasus. Kurang lebih sama dengan kasus harian di bulan Agustus,” kata Ismi.

Menurutnya, terdapat kecenderungan peningkatan kasus ISPA dalam dua bulan terakhir, yakni Agustus dan September, dibandingkan Juni dan Juli.

Bahkan, setelah libur akhir pekan, jumlah kunjungan dengan keluhan ISPA dapat mencapai sekitar 500 kasus dalam sehari.

“Kalau hari Senin setelah libur itu sampai 500, bahkan sekitar itu. Kalau dibandingkan bulan Juli dan Juni, memang ada peningkatan dalam dua bulan terakhir, Agustus dan September,” jelasnya.

Mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat, Dinkes Kukar telah menyampaikan imbauan melalui puskesmas maupun media sosial. Masyarakat diminta menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Imbauan serupa juga telah disampaikan melalui surat edaran Bupati Kukar, termasuk anjuran mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara dan cuaca tidak mendukung.

“Imbauan sudah kami sampaikan melalui puskesmas dan media sosial. Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker atau mengurangi keluar rumah kalau memang kondisinya sangat panas,” ujarnya.

Terkait kualitas udara di Tenggarong, Ismi menegaskan Dinkes tidak melakukan pengukuran secara langsung. Pemantauan kualitas udara merupakan kewenangan instansi terkait yang memiliki perangkat dan kewenangan untuk melakukan pengukuran.

“Kami tidak bisa mengukur kualitas udara. Yang mengukur adalah teman-teman yang memang menangani itu,” tutupnya. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *