Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Karhutla Mulai Meluas, BPBD Kukar Siagakan Tim Gabungan di Sejumlah Wilayah

240
×

Karhutla Mulai Meluas, BPBD Kukar Siagakan Tim Gabungan di Sejumlah Wilayah

Share this article
Sekertaris BPBD Kukar Aspianur Sandi (Dok. Andri/dutakaltimnews.com)
Sekertaris BPBD Kukar Aspianur Sandi (Dok. Andri/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring memasuki musim kemarau.

Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi, mengatakan sejumlah titik panas mulai terpantau di beberapa wilayah. Salah satunya berada di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, yang telah terdeteksi sejak 5 Agustus 2026.

“Di Muara Kaman, khususnya Desa Kupang Baru, sudah terlihat titiknya sejak tanggal 5. Kemudian tanggal 6 sudah ada titik merah. Artinya, sudah terjadi kebakaran hutan,” kata Aspianur Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, berdasarkan pemantauan di lapangan, sekitar 80 persen kejadian kebakaran yang terjadi disebabkan oleh aktivitas manusia. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melakukan pembukaan lahan.

BPBD Kukar saat ini mengandalkan sinergi lintas sektor untuk menangani karhutla. Penanganan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, KPHP, pemerintah kecamatan hingga perusahaan yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

Aspianur menyebut pola penanganan tersebut merupakan bagian dari konsep “super team”, bukan mengandalkan satu pihak saja.

“Kami bukan superman, tetapi super team. Penanganan ini harus dilakukan bersama-sama karena wilayah yang ditangani cukup luas,” ujarnya.

Untuk kawasan Tahura Bukit Soeharto, BPBD Kukar juga mendapat dukungan dari KPHP Provinsi Kaltim, khususnya wilayah Muara Jawa dan Samboja. Penanganan dilakukan bersama unsur TNI dan Polri.

Sementara untuk karhutla di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, BPBD Kukar mulai berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk mendukung operasi pemadaman. Akses menuju lokasi menjadi salah satu kendala karena cukup jauh dan harus ditempuh menggunakan kendaraan hingga perahu kecil.

“Untuk masuk ke lokasi itu sekitar tiga jam perjalanan, kemudian masih harus menggunakan perahu kecil sekitar dua jam. Karena itu, kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak,” jelasnya.

Aspianur mengatakan, hingga saat ini terdapat sejumlah wilayah yang menjadi perhatian BPBD Kukar, di antaranya Kayu Merah, Samboja, Tahura Bukit Soeharto, Muara Jawa, Sanga-Sanga, Muara Muntai dan Muara Kaman.

Selain karhutla, BPBD juga mulai memantau dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah. Salah satunya Kecamatan Marangkayu yang telah masuk dalam pemantauan terkait kondisi kekeringan.

BPBD Kukar juga tengah mengkaji kemungkinan peningkatan status kewaspadaan dalam menghadapi potensi karhutla. Pemantauan titik panas terus dilakukan sebagai dasar menentukan langkah penanganan berikutnya.

“Kami terus mengkaji dan memantau titik panas. Kalau memang diperlukan, status siaga kemungkinan akan ditetapkan dalam satu hingga dua minggu ke depan,” katanya.

Untuk mencegah meluasnya kebakaran, BPBD Kukar telah mengimbau pemerintah desa dan tokoh masyarakat agar menyosialisasikan larangan pembakaran lahan secara sembarangan.

Masyarakat yang melakukan pembukaan lahan juga diminta menghindari metode pembakaran. Apabila pembakaran tidak dapat dihindari, harus dilakukan dengan pengamanan ketat, termasuk membuat sekat bakar agar api tidak merambat ke lahan maupun kawasan hutan di sekitarnya.

Aspianur menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. BPBD terus memperkuat pola pentahelix dengan melibatkan pemerintah, TNI-Polri, masyarakat, dunia usaha serta pihak yang memiliki kewenangan terhadap kawasan hutan.

Dukungan perusahaan juga dinilai penting, khususnya untuk membantu mobilisasi personel dan peralatan menuju lokasi yang sulit dijangkau.

“Kami menginginkan seluruh stakeholder terlibat. Kalau ada kekurangan kendaraan atau sarana untuk membawa personel ke lokasi, perusahaan juga siap membantu,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Muara Kaman, Nadi Baswan, mengatakan pihak kecamatan telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi karhutla. Langkah tersebut dilakukan mengingat wilayah Muara Kaman mulai memasuki musim kemarau.

Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun rumput secara sembarangan karena kondisi cuaca yang kering dapat membuat api dengan cepat menjalar.

“Kami sudah memberikan peringatan dini kepada masyarakat agar tidak membakar sampah atau rumput sembarangan, terutama saat kondisi cuaca mulai kering seperti sekarang,” pungkasnya. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *