
KUKAR: Jembatan Garuda Merah Putih di RT 01, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), resmi diresmikan dan mulai digunakan masyarakat, Kamis (13/8/2026).
Peresmian jembatan tersebut dilakukan langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0906 Kukar, Letkol Arm Benny Budiman.
Kegiatan turut dihadiri Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar beserta jajaran, pemerintah kecamatan, Pemerintah Desa Jembayan, serta masyarakat setempat.
Kehadiran jembatan baru ini menjadi angin segar bagi warga. Tak hanya memudahkan aktivitas sehari-hari, jembatan tersebut juga membuka akses menuju kawasan situs sejarah Aji Pangeran Simon Panji Mendapa yang sebelumnya sulit dijangkau kendaraan roda empat

Dandim 0906/Kukar Letkol Arm Benny Budiman mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih menjadi bukti kehadiran negara dalam membantu masyarakat hingga ke tingkat desa.
“Ini merupakan bukti negara hadir pada masyarakat sampai dengan tingkat paling bawah, yaitu di desa-desa. Hal ini dibuktikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur seperti jembatan yang saat ini kita hadiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di wilayah Kodim 0906/Kukar terdapat 17 usulan pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih yang telah diproses. Pada tahap awal, enam jembatan telah terbangun dan tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Sanga-Sanga, Muara Jawa, Sebulu hingga Sungai Payang.
Menurutnya, pembangunan tersebut berawal dari laporan masyarakat mengenai sulitnya akses akibat jembatan lama yang rusak. Di Jembayan sendiri, kondisi jembatan sebelumnya berbahan kayu dan sudah tidak layak digunakan.
“Pada saat itu kepala desa melaporkan kepada Babinsa, kemudian ke Koramil. Akhirnya kita input ke pusat dan alhamdulillah Bapak Presiden melalui Bapak Kasad mendukung pembangunan Jembatan Merah Putih Garuda,” jelasnya.
Benny berharap keberadaan jembatan baru tersebut dapat semakin mempermudah mobilitas masyarakat, terutama untuk mengakses kawasan yang sebelumnya sulit dilalui kendaraan.
“Semoga dengan adanya pembangunan ini, akses bagi masyarakat desa dapat semakin mudah,” tuturnya.
Ia menjelaskan, pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Jembayan merupakan bagian dari program nasional Presiden melalui Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).
Selain pembangunan jembatan, Benny menyebut pihaknya juga menerima sejumlah pengajuan terkait kebutuhan air bersih.
“Air bersih saat ini yang mengajukan atau melaporkan kepada Kodim, ini ada dua kecamatan, yaitu di Sanga-Sanga dan Muara Jawa,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jembayan, Erwin, mengatakan masyarakat sangat antusias menyambut pembangunan jembatan tersebut.
“Jelas masyarakat sangat antusias dan sangat mendukung. Mereka sudah menunggu kapan jembatan ini diperbaiki. Berkat kolaborasi desa dan Pak Babin yang mengusulkan, akhirnya ini bisa terlaksana,” katanya.
Ia menyebut keberadaan jembatan tersebut tidak hanya memudahkan aktivitas warga RT 01, tetapi juga membuka akses menuju salah satu situs sejarah yang berada di kawasan tersebut, yakni makam Aji Pangeran Simon Panji Mendapa.
“Jelas ini sangat-sangat bermanfaat bagi warga Jembayan, khususnya RT 01. Jembatan ini juga menghubungkan dengan situs kerajaan yang ada di dalam sana, yaitu Aji Pangeran Simon Panji Mendapa,” jelasnya.
Erwin berharap akses yang semakin baik dapat mendorong masyarakat untuk lebih mudah berziarah sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan tersebut ke depan.
“Kalau jembatan ini jadi, jalannya bagus. Insyaallah orang akan pergi ke makam untuk berziarah, aksesnya lebih mudah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum dibangun, kondisi jembatan lama cukup memprihatinkan dan tidak memungkinkan kendaraan roda empat masuk ke kawasan tersebut.
“Mobil tidak bisa sampai sana. Nanti kalau satu jembatan lagi dibangun, insyaallah bisa sampai ke lokasi. Karena jembatan lama itu tidak bisa dilewati mobil untuk membawa material,” ungkapnya.
Jembatan yang baru dibangun tersebut memiliki ukuran sekitar 4 x 4 meter dengan bentang sayap mencapai 15 meter dan menghubungkan akses di wilayah RT 01.
“Pekerjaannya hampir tiga minggu hasil
kolaborasi dan gotong royong bersama masyarakat dengan masyarakat” pungkasnya. (*van)

















