KUKAR: Aktivitas belajar mengajar di SDN 002 Loa Janan, Kecamatan Loa Janan, hingga kini belum sepenuhnya normal setelah musibah kebakaran yang menghanguskan sejumlah fasilitas sekolah. Keterbatasan ruang kelas membuat sekolah harus menerapkan pembagian jam belajar bagi para siswa.
Kepala SDN 002 Loa Janan, Dahlan, mengatakan sebagian siswa kini terpaksa mengikuti pembelajaran pada siang hari karena ruang belajar yang tersedia tidak lagi mencukupi.
“Sebelumnya seluruh siswa masuk pada pagi hari. Sekarang sebagian harus belajar siang karena ruang kelas terbatas setelah kebakaran,” ujar Dahlan kepada dutakaltimnews.com Rabu (5/8/2026).

Menurut Dahlan, kebakaran tersebut menghanguskan lima ruang kelas. Selain itu, tiga unit rumah dinas yang selama ini dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran, ruang pendidikan agama, dan ruang kepala sekolah juga terdampak sehingga semakin membatasi fasilitas yang dapat digunakan.
Dahlan menambahkan, bahwa pihak sekolah telah menerima kunjungan dari Disdikbud Kukar, Dinas Pekerjaan Umum, hingga istri Bupati Kukar yang meninjau langsung lokasi pascakebakaran. Bahkan, sekolah juga telah diperlihatkan rancangan awal bangunan yang akan dibangun.
Meski demikian, ia berharap proses pembangunan dapat segera dimulai agar tidak mengganggu kegiatan belajar dalam jangka panjang.
“Kami berharap pembangunan bisa segera direalisasikan dan tidak melewati tahun 2026. Semakin cepat dimulai, semakin cepat pula siswa bisa kembali belajar dengan fasilitas yang layak,” ungkapnya.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah menyiapkan anggaran pembangunan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).
Kepala Bidang Pendidikan SD Disdikbud Kukar, Gamal Abdul Aziz, menjelaskan bahwa proses penganggaran saat ini masih menunggu pengesahan APBD Perubahan 2026.
Ia menyebutkan usulan pembiayaan telah diproses di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Karena telah memasuki triwulan ketiga, pelaksanaan pembangunan harus mengikuti tahapan perubahan anggaran.
“Pembangunan akan dimulai setelah RKA dan DPA Perubahan diterbitkan bersamaan dengan APBD Perubahan,” jelasnya.
Paket pembangunan nantinya tidak hanya mencakup penggantian bangunan yang terbakar, tetapi juga penambahan fasilitas pendukung seperti toilet, sarana dan prasarana sekolah, serta mebel untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Secara keseluruhan, sekitar tujuh ruangan akan dibangun kembali,” tutupnya. (and)

















