Gedung SMA Muhamadiyah Tenggarong, Jumat (3/7/2026), (Foto : Andri/dutakaltimnews.com) KUKAR: SMA Muhammadiyah Tenggarong masih membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 hingga akhir Juli 2026. Sekolah tersebut juga menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari jalur inden, layanan one day service, kurikulum ISMUBA, hingga beragam program beasiswa bagi calon peserta didik.
Kepala SMA Muhammadiyah Tenggarong, Indra Setia Permana Asyari, mengatakan proses penerimaan siswa baru di sekolahnya berlangsung sepanjang tahun melalui jalur inden. Meski pendaftaran reguler dibuka secara aktif pada Mei hingga Juli, calon siswa tetap dapat melakukan pendaftaran awal di luar periode tersebut.
“Keunggulan sekolah Muhammadiyah adalah kami membuka jalur inden sepanjang tahun. Setelah SPMB tahun ini ditutup pada akhir Juli, kami langsung membuka SPMB inden untuk tahun ajaran 2027/2028,” kata Indra kepada Dutakaltimnews.com Jumat (3/7/2026).
Selain itu, SMA Muhammadiyah Tenggarong menerapkan sistem pelayanan one day service, sehingga seluruh proses mulai dari pendaftaran, penyerahan berkas hingga penerimaan siswa dapat diselesaikan dalam satu hari.
Menurut Indra, sekolah juga memiliki keunggulan berupa kurikulum ISMUBA (Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) sebagai kurikulum khas Muhammadiyah yang melengkapi kurikulum nasional. Kurikulum tersebut bertujuan memperkuat pendidikan agama, pembiasaan karakter, serta nilai-nilai Kemuhammadiyahan.
“ISMUBA menjadi ciri khas sekolah Muhammadiyah yang tidak dimiliki sekolah lain. Melalui kurikulum ini, siswa mendapatkan pendalaman pendidikan agama dan pembentukan karakter,” jelasnya.
Keunggulan lainnya adalah adanya jalur khusus menuju berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia, termasuk Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Jalur tersebut memberikan kuota yang lebih besar dibandingkan sekolah di luar jaringan Muhammadiyah.
Di bidang pengembangan kompetensi, SMA Muhammadiyah Tenggarong juga membekali siswa dengan keterampilan kewirausahaan. Para siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga praktik langsung bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kami mengajarkan siswa mencari peluang usaha, menghitung modal, memasarkan produk, hingga praktik langsung di UMKM agar mereka memiliki bekal berwirausaha setelah lulus,” katanya.
Untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SMA Muhammadiyah Tenggarong mengikuti jadwal pemerintah yang dimulai pada 13 Juli 2026 selama lima hari.
Pada tahun ajaran ini, sekolah membuka tiga rombongan belajar dengan kapasitas maksimal 36 siswa per kelas atau sekitar 100 peserta didik. Hingga saat ini, jumlah pendaftar telah memenuhi satu kelas sehingga masih tersedia kuota untuk dua kelas lagi.
Indra mengajak masyarakat, khususnya calon siswa yang belum diterima di sekolah negeri, agar tidak menghentikan pendidikan dan memanfaatkan kesempatan yang masih tersedia di SMA Muhammadiyah Tenggarong.
“Kami masih membuka kesempatan bagi siswa yang belum diterima di sekolah negeri. Jangan sampai ada anak yang putus sekolah hanya karena persoalan biaya atau belum mendapatkan sekolah tujuan,” tegasnya.
Ia menambahkan, sekolah menyediakan berbagai program beasiswa, baik untuk siswa berprestasi akademik maupun nonakademik, kader Muhammadiyah, hingga siswa dari keluarga kurang mampu.
“Bagi kami, biaya sekolah bukan yang utama. Yang terpenting adalah kemauan siswa untuk belajar. Banyak siswa yang kami bantu dengan beasiswa hingga lulus,” ujarnya.
Selain itu, SMA Muhammadiyah Tenggarong juga menyediakan fasilitas asrama putra dan putri yang saat ini diperuntukkan bagi siswa dari luar daerah. Saat ini masing-masing asrama masih menggunakan satu ruangan dan telah dihuni sejumlah siswa.
Menurut Indra, Yayasan Muhammadiyah siap menambah fasilitas asrama apabila jumlah penghuni terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kutai Kartanegara, H. Yamin Hadi Firmadi, berharap seluruh sekolah Muhammadiyah dapat memenuhi target penerimaan siswa baru tahun ini.
Ia mengakui hingga saat ini target tersebut belum sepenuhnya tercapai karena proses SPMB di sekolah negeri masih berlangsung.
“Kami berharap target penerimaan siswa baru di setiap jenjang pendidikan Muhammadiyah dapat tercapai. Saat ini masih menunggu selesainya proses penerimaan di sekolah negeri karena banyak calon siswa yang baru menentukan pilihan setelah seluruh tahapan selesai,” katanya. (and)

















