Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Jelang Idul Adha, Pemkab Kukar Pastikan Hewan Kurban Bebas Penyakit

221
×

Jelang Idul Adha, Pemkab Kukar Pastikan Hewan Kurban Bebas Penyakit

Share this article
Monitoring Kesehatan Hewan Qurban untuk Masyarakat dalam rangka Hari Raya Idul Adha bertempat di Jalan Lais, Timbau, Tenggarong. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Monitoring Kesehatan Hewan Qurban untuk Masyarakat dalam rangka Hari Raya Idul Adha bertempat di Jalan Lais, Timbau, Tenggarong. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan monitoring kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026, di salah satu lokasi penjualan hewan kurban di Jalan Lais, Kelurahan Timbau, Tenggarong, Senin (25/5/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama jajaran Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, untuk memastikan seluruh hewan kurban yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat, aman, dan layak dikonsumsi.

Bupati Aulia mengatakan, monitoring tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah dalam memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat menjelang pelaksanaan kurban.

“Kita melakukan peninjauan untuk memeriksa kondisi hewan kurban yang beredar di Kabupaten Kutai Kartanegara. Ini bagian dari upaya kita untuk memastikan bahwa hewan kurban yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara itu sehat dan secara standar memenuhi kesehatan hewan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan oleh dokter hewan yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan hewan. Setelah dinyatakan sehat, hewan kurban akan diberi penanda khusus agar masyarakat mudah mengenali hewan yang layak untuk dikurbankan.

“Tadi kita sudah menempelkan tanda bahwa hewan tersebut sehat. Seluruh hewan kurban yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara sudah dicek oleh teman-teman dari Dinas Pertanian dan Peternakan melalui dokter hewan yang memiliki kompetensi untuk memastikan bahwa hewan ini sehat dan layak dijadikan hewan kurban,” katanya.

Menurut Aulia, langkah tersebut penting untuk memastikan masyarakat dapat mengonsumsi daging kurban yang aman dan terbebas dari penyakit.

“Mudah-mudahan dengan upaya seperti ini kita lebih memastikan lagi bahwa masyarakat bisa mengonsumsi hewan kurban yang baik, aman, dan sudah dinyatakan sehat oleh pihak yang berwenang,” tambahnya.

Sementara itu, Dokter Hewan Distanak Kukar, Gunawan Anang menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan melalui dua tahapan, yakni antemortem dan postmortem.

“Antemortem itu pemeriksaan sebelum disembelih. Jadi yang diperiksa seperti mata tidak berair dan cerah, hidung tidak berlendir, mulut tidak berliur, serta gerak jalannya normal dan tidak pincang,” jelasnya.

Ia menyebutkan pemeriksaan antemortem terhadap hewan kurban sudah dilakukan sejak Jumat lalu dan sejauh ini seluruh sapi yang diperiksa dalam kondisi sehat.

“Jadi ini sapi yang diperiksa sehat semua. Pemeriksaan dilakukan mulai hari Jumat kemarin dan hari ini kita cek kembali,” ujarnya.

Setelah proses penyembelihan nantinya, kita akan lakukan pemeriksaan postmortem untuk memastikan organ dalam hewan juga dalam kondisi baik.

“Postmortem itu pemeriksaan organ dalam seperti hati, jantung, usus, ginjal, dan lainnya. Nanti dilihat apakah ada perubahan atau indikasi penyakit. Biasanya yang sering ditemukan itu cacing hati, tapi mudah-mudahan tidak ada,” terangnya.

Gunawan menambahkan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan di seluruh kecamatan di Kukar. Hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan adanya hewan kurban yang terindikasi penyakit serius.

“Kalau laporan yang masuk ke saya hanya ada sapi yang tidak mau makan. Tapi sampai saat ini aman semua. InsyaAllah aman semua,” pungkasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *