Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Lahan Bekas Tambang di Kukar Disulap Jadi Kawasan Pertanian Modern untuk Pelajar

232
×

Lahan Bekas Tambang di Kukar Disulap Jadi Kawasan Pertanian Modern untuk Pelajar

Share this article
Penerimaan Sertifikat Penghargaan atas Kontribusi dalam Mendukung Kegiatan Pendidikan, Pelatihan Terpadu Pertanian dan TPST. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Penerimaan Sertifikat Penghargaan atas Kontribusi dalam Mendukung Kegiatan Pendidikan, Pelatihan Terpadu Pertanian dan TPST. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Lahan bekas tambang batu bara milik PT Tanito Harum di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian terpadu, melalui program Gerakan Menanam yang digagas SMK PARTI Boarding School Baitul Izza Tenggarong bersama Pondok Pesantren Baitul Izza.

Program tersebut bertujuan mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkenalkan konsep pertanian modern berbasis teknologi kepada generasi muda.

Ketua Yayasan Wisma Benua Etam, Karlan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya mengubah pandangan pelajar terhadap sektor pertanian yang selama ini dinilai kurang diminati.

“Ini sesungguhnya sudah dilaksanakan oleh masyarakat, cuma kami kemas dengan konsep pendidikan supaya lebih terstruktur dan menjadi media pendidikan bagi anak-anak,” ujarnya Usai kegiatan Penerimaan Sertifikat Penghargaan atas Kontribusi dalam

Mendukung Kegiatan Pendidikan, Pelatihan Terpadu Pertanian dan TPST yang berlangsung di Aula DPRD Kukar, Rabu (20/5/2026).

Menurut Karlan, minat pelajar terhadap dunia pertanian saat ini masih rendah. Karena itu, pihaknya mencoba menghadirkan metode pertanian modern yang memanfaatkan teknologi agar lebih menarik bagi kalangan muda.

Ia berharap sektor pertanian dapat menjadi profesi yang menjanjikan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi lulusan sekolah.

Selain mendapatkan pelatihan teori selama sekitar satu minggu, para siswa juga akan langsung mempraktikkan ilmu pertanian terpadu di lapangan dengan pendampingan dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan organisasi perangkat daerah terkait.

“Jadi kegiatan ini tidak hanya ada di angan-angan siswa, tetapi benar-benar dipraktikkan,” katanya.

Karlan menambahkan, pembinaan terhadap siswa akan terus dilakukan hingga mereka lulus agar mampu menjadi petani modern sekaligus wirausahawan muda yang mandiri.

Dalam program tersebut, kolaborasi antara SMK dan pondok pesantren juga difokuskan untuk menyeimbangkan kemampuan teknologi dengan pembentukan karakter dan nilai keagamaan para siswa.

Saat ini lahan yang dikelola dalam program pertanian terpadu tersebut mencapai sekitar 15 hektare. Ke depan, program serupa direncanakan akan diperluas ke sejumlah desa di Kukar, termasuk Desa Bendang Raya yang telah menyiapkan lahan sekitar 20 hektare untuk tahap awal pengembangan.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi dan Informasi Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kukar, Hamidin, menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut dan berharap kegiatan dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

“Insya Allah nanti akan coba kita promosikan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” ungkapnya.

Hamidin menambahkan, Disperindag Kukar siap mendukung dari sisi promosi agar program tersebut dapat dikenal lebih luas.

“Dinas Perindustrian berperan untuk untuk meng-upgrade kegiatannya, terutama bidang promosi. Insya Allah nanti akan coba kita promosikan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” pungkasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *