Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Lapas Tenggarong Kembangkan SAE 1 Hektare, Warga Binaan Didorong Lebih Produktif

331
×

Lapas Tenggarong Kembangkan SAE 1 Hektare, Warga Binaan Didorong Lebih Produktif

Share this article
Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa Saat meninjau lokasi pengembangan SAE. (Dok. Humas Lapas Kelas IIA Tenggarong)
Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa Saat meninjau lokasi pengembangan SAE. (Dok. Humas Lapas Kelas IIA Tenggarong)
Example 468x60

KUKAR: Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tenggarong terus berinovasi dengan menyiapkan Sarana Edukasi dan Asimilasi (SAE) seluas satu hektare, sebagai wadah pembinaan sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.

Program ini dirancang tidak hanya sebagai tempat pembinaan internal, tetapi juga menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk melihat langsung aktivitas produktif warga binaan.

Di dalam kawasan tersebut, disiapkan berbagai fasilitas mulai dari perkebunan sayuran hijau, budidaya perikanan air tawar, hingga layanan jasa pencucian kendaraan.

Melalui konsep tersebut, SAE diharapkan dapat menjadi pusat edukasi sekaligus lokasi studi banding bagi masyarakat yang ingin mempelajari pertanian dan perikanan skala terbatas di kawasan perkotaan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa, mengatakan bahwa pembangunan sarana ini merupakan bagian dari upaya mengubah stigma terhadap warga binaan.

“Sarana edukasi ini kami bangun sebagai bentuk bahwa lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga tempat pembinaan dan pengembangan keterampilan,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, warga binaan dilibatkan langsung dalam berbagai kegiatan, mulai dari pengelolaan kebun sayur, budidaya ikan air tawar, hingga layanan jasa pencucian kendaraan. Seluruh kegiatan tersebut telah didukung dengan pelatihan teknis agar hasilnya maksimal.

Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam program ini diharapkan dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat.

“Kami ingin mereka memiliki keterampilan dan kepercayaan diri sehingga mampu berkontribusi positif setelah bebas,” tambahnya.

Selain sebagai sarana pembinaan, SAE juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pengunjung nantinya dapat belajar cara menanam sayuran, memahami proses budidaya ikan, hingga memanfaatkan layanan jasa yang tersedia.

Wayan menambahkan, program ini juga menjadi bagian dari komitmen dalam mendukung pembangunan Zona Integritas di lingkungan pemasyarakatan.

“Melalui program ini, kami ingin memperkuat sinergi antara warga binaan dan masyarakat,” katanya.

Ia berharap, keberadaan SAE seluas satu hektare ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program kemandirian warga binaan serta menciptakan lingkungan sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *