Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Kelangkaan BBM di Kembang Janggut, Harga Eceran Tembus Rp22 Ribu per Lite

267
×

Kelangkaan BBM di Kembang Janggut, Harga Eceran Tembus Rp22 Ribu per Lite

Share this article
Botol BBM Yang di Jual Eceran. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Botol BBM Yang di Jual Eceran. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Warga Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut, dibuat resah akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut memicu lonjakan harga BBM eceran hingga mencapai Rp22 ribu per liter dan menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Desa Genting Tanah, Junaidi, mengungkapkan bahwa kondisi kelangkaan mulai dirasakan sejak Jumat pekan lalu. Bahkan pada hari tertentu, stok BBM di wilayah tersebut sempat tidak tersedia sama sekali.

“Kalau di Kembang Janggut, khususnya di Genting Tanah sampai wilayah kecamatan, sejak Jumat itu memang sudah mulai terjadi kelangkaan BBM,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Kondisi ini semakin terlihat setelah pemerintah desa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pedagang eceran. Dalam sidak tersebut, ditemukan ada pedagang yang menjual BBM dengan harga jauh di atas normal.

“Kami menemukan ada pedagang yang menjual BBM eceran hingga Rp22.000 per liter. Setelah itu, kami langsung mengeluarkan surat imbauan agar harga maksimal Rp15.000 supaya masyarakat tidak terlalu terbebani,” jelasnya.

Sidak dilakukan oleh perangkat desa bersama aparat kepolisian dari Polsek Kembang Janggut. Langkah ini diambil untuk mengendalikan harga di tengah kondisi pasokan yang terbatas.

Menurut Junaidi, kelangkaan terjadi hampir di seluruh wilayah Kecamatan Kembang Janggut, dengan dampak paling terasa di Desa Genting Tanah. Pada Minggu, wilayah tersebut bahkan dilaporkan tidak memiliki stok BBM sama sekali.

Ia juga menyebutkan, selain Pertalite yang sempat dijual Rp22 ribu per liter, BBM jenis Pertamax bahkan mencapai Rp25 ribu per liter pada Senin pagi, setelah sebelumnya stok kosong total pada hari sebelumnya.

Pemerintah desa pun mengimbau para pedagang untuk tidak menjual BBM di atas harga Rp15 ribu per liter. Meski demikian, pihaknya masih memberikan toleransi terbatas mengingat kondisi distribusi yang sulit.

“Setelah sidak, harga sempat turun jadi sekitar Rp18.000 per liter. Itu masih bisa kami maklumi karena kondisi pasokan memang sedang sulit,” katanya.

Pemerintah desa berharap ada perhatian dari pihak terkait, termasuk agen penyalur BBM, untuk segera menormalkan distribusi ke wilayah Kecamatan Kembang Janggut agar kelangkaan tidak berkepanjangan dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *