Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

TPST Graha Indah Belum Beroperasi, Tunggu Pengadaan Alat

155
×

TPST Graha Indah Belum Beroperasi, Tunggu Pengadaan Alat

Share this article
fa83cc93 6c9d 4fa5 8039 3f143a3cfadc
Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman. (Foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Bangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, sebenarnya sudah berdiri dan siap digunakan. Namun hingga kini, fasilitas itu belum juga beroperasi karena peralatan utama belum tersedia.

Di tengah meningkatnya volume sampah, kondisi ini membuat harapan warga untuk beralih ke sistem pengelolaan modern akan tetapi masih tertahan. Selama ini, sampah dari kawasan tersebut masih bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Balikpapan yang bebannya terus bertambah.

Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman, menjelaskan bahwa secara fisik pembangunan TPST telah rampung. Namun tanpa dukungan alat, fasilitas tersebut belum bisa difungsikan.

“Bangunan TPST sudah siap, tetapi belum bisa dipakai karena peralatannya belum lengkap. Informasinya, pengadaan alat ditargetkan selesai pertengahan tahun ini,” ujarnya, pada hari Kamis, 26 Maret 2026.

Kondisi ini mencerminkan tantangan klasik pembangunan infrastruktur, ketika fisik sudah tersedia, namun operasional belum bisa berjalan karena aspek pendukung belum terpenuhi. Keterlambatan pengadaan alat sendiri diduga berkaitan dengan penyesuaian anggaran.

Meski demikian, pemerintah memastikan TPST tetap menjadi program prioritas. Keberadaannya dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada TPA sekaligus mendorong perubahan pola pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.

TPST ini kedepan ditargetkan mampu menekan beban TPA hingga sekitar 10 persen. Lebih dari itu, sistem yang diterapkan juga akan mendorong pemilahan sampah dari sumbernya.

“Sampah anorganik punya nilai ekonomi. Kalau dikelola dengan baik, warga bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari daur ulang atau penjualan material,” jelas Arif.

Menariknya, sambil menunggu peralatan datang, persiapan justru difokuskan pada sumber daya manusia sebagai penggerak utama. Kelompok masyarakat (Pokmas) telah dibentuk dan akan mendapatkan pelatihan dari Dinas Lingkungan Hidup agar siap mengelola TPST saat mulai beroperasi.

Langkah ini menunjukkan bahwa transformasi pengelolaan sampah tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal kesiapan masyarakat. “Harapannya bukan hanya operasional cepat, tapi juga membangun kesadaran warga untuk mengelola sampah secara mandiri,” tambahnya.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, TPST Graha Indah bukan hanya menjadi fasilitas baru, tetapi juga titik awal perubahan budaya dari sekadar membuang, menjadi mengelola. Targetnya lingkungan lebih bersih, tertata, dan berkelanjutan.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *