BALIKPAPAN: Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah, momentum ini sebagai refleksi diri sekaligus penguatan komitmen membangun kota dengan landasan nilai-nilai spiritual.
Hal ini disampaikan Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud kepada seluruh masyarakat balikpapan. Ramadan tidak boleh dimaknai sekadar sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai ruang memperbaiki diri dan memperkokoh tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
“Menjelang bulan suci Ramadhan, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Muslim di Kota Balikpapan. Semoga kita semua diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelapangan hati dalam menjalankan ibadah,” ujarnya, pada hari Senin, 16 Februari 2026.
Rahmad menegaskan, keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan karakter menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang maju sekaligus humanis.
Ia menilai nilai-nilai yang diajarkan Ramadhan seperti kejujuran, kedisiplinan, empati, dan semangat berbagi harus tercermin dalam praktik pembangunan dan pelayanan publik.
“Semoga di bulan Ramadhan kita semakin meningkatkan nilai-nilai spiritual dalam diri, sehingga apa yang kita lakukan ke depan benar-benar membawa manfaat bagi sesama dan bagi kota yang kita cintai,” tuturnya.
Baginya, pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun manusia yang berintegritas dan peduli terhadap sesama.
Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga suasana kondusif selama Ramadhan, menghormati perbedaan, serta memperkuat solidaritas sosial.
Kepedulian terhadap lingkungan, menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan kota disebut sebagai bagian dari implementasi nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan bahwa semangat persatuan dan gotong royong yang selama ini terjaga merupakan modal sosial utama bagi Balikpapan untuk terus berkembang sebagai kota yang bersih, tertib, dan nyaman bagi seluruh warganya.
Rahmad Mas’ud juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, apabila dalam pelaksanaan tugas pemerintahan masih terdapat kekhilafan.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Balikpapan, saya memohon maaf lahir dan batin. Mari kita sambut Ramadan dengan hati yang bersih dan semangat kebersamaan,” ucapnya.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap Ramadan tahun ini tidak hanya menghadirkan keberkahan secara spiritual, tetapi juga memperkuat komitmen kolektif untuk membangun kota yang lebih baik dan berkelanjutan.(las)

















