BALIKPAPAN: Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, mengajak generasi muda menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya hutan kota yang menjadi paru-paru Kota Balikpapan.
Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan Jelajah Alam Pemuda Balikpapan Edisi 3 yang digelar di kawasan Hutan Kota Telaga Sari, pada hari Minggu, 15 Februari 2026. Kegiatan ini diinisiasi oleh Alumni Pepelingasih Indonesia Kalimantan Timur sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap edukasi lingkungan.
“Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, saya menyampaikan apresiasi kepada Alumni Pepelingasih Indonesia Kalimantan Timur yang telah menginisiasi kegiatan ini,” ujar Bagus.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki makna penting sebagai gerakan edukasi sekaligus ajakan nyata kepada generasi muda, agar semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan. Ia menegaskan bahwa Hutan Kota Telaga Sari merupakan salah satu ruang terbuka hijau strategis yang dimiliki Balikpapan.
Kawasan tersebut tidak hanya berfungsi menjaga kualitas udara dan keseimbangan ekosistem, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan interaksi masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih mengenal serta mencintai alam.
“Di tengah perkembangan kota yang semakin pesat, keberadaan hutan kota memiliki peran strategis sebagai penyangga ekosistem perkotaan. Ini menjadi pengingat bahwa pembangunan harus berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan,” tegasnya.
Bagus juga menekankan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda, agar kesadaran lingkungan tumbuh dan menjadi budaya bersama.
Melalui kegiatan Jelajah Alam Pemuda ini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya mencintai alam, tetapi juga siap menjadi penggerak kampanye lingkungan di komunitas masing-masing. Kepedulian terhadap lingkungan hari ini, menurutnya, merupakan investasi penting bagi keberlanjutan kota di masa depan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan tema Hari Jadi ke-129 Kota Balikpapan, yakni “Harmoni Menuju Kota Global”. Tema tersebut mengandung makna pembangunan yang selaras antara manusia dan lingkungan.
“Saya berharap Jelajah Alam Pemuda Balikpapan Edisi 3 membawa manfaat, memperkuat kecintaan kita terhadap alam, serta menumbuhkan semangat generasi muda dalam menjaga lingkungan kota yang kita cintai,” tutupnya.
Melalui sinergi pemerintah dan komunitas, Balikpapan diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kota dan kelestarian alam demi masa depan yang berkelanjutan. (las)

















