Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Cuaca Buruk dan Banyak Kasus Tenggelam, BPBD Balikpapan Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

238
×

Cuaca Buruk dan Banyak Kasus Tenggelam, BPBD Balikpapan Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Share this article
a66fe151 bafb 4510 a973 c4b24df91dfb
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali. (Foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mengeluarkan imbauan kewaspadaan, menyusul meningkatnya potensi bahaya akibat cuaca buruk, angin kencang, serta maraknya kasus orang tenggelam dalam satu bulan terakhir. Peringatan ini disampaikan Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, saat ditemui awak media, Rabu (19/11/2025).

Menurut Usman, kondisi hidrometeorologi belakangan ini cukup mengkhawatirkan. Angin kuat dan cuaca tidak stabil berpotensi memicu berbagai kejadian bencana, sehingga masyarakat diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Balikpapan agar waspada. Cuaca kurang baik dan angin cukup kencang. Harap berhati-hati, baik untuk diri sendiri maupun keluarga,” ujarnya.

Selain cuaca ekstrem, Usman menyoroti tingginya kasus tenggelam selama Oktober hingga November. BPBD mencatat 10 korban tenggelam, terdiri dari tujuh anak-anak, dua dewasa, dan satu korban akibat serangan hewan buas. Jumlah ini dinilai mengkhawatirkan dan memerlukan perhatian penuh dari orang tua.

“Dalam satu bulan ini, kasus orang tenggelam cukup banyak. Karena itu kami minta para orang tua atau orang dewasa memperhatikan anak-anaknya,” tegas Usman.

Sebagai langkah pencegahan, BPBD telah memasang enam titik imbauan di lokasi-lokasi rawan tenggelam, termasuk Waduk Km 8 di kawasan Balikpapan Utara. Meski kepemilikan lahan waduk itu masih belum jelas, pihak BPBD menemukan papan larangan yang sebelumnya dipasang di area tersebut.

“Di Waduk Km 8 memang sudah ada tulisan dilarang melintas dan memancing. Sebelumnya tempat itu sering digunakan warga untuk memancing,” jelasnya.

Usman menuturkan waduk tersebut terbentuk secara alami dari aliran air di wilayah Km 8, kemudian mengalir ke kawasan Grand City dan berakhir di saluran perumahan sosial.

Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dan meningkatnya risiko bencana, BPBD berharap masyarakat Balikpapan dapat meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap anak-anak.

“BPBD berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan agar kejadian tenggelam tidak kembali terulang. Semoga Balikpapan tetap dalam keadaan baik,” tutup Usman.

Imbauan ini menjadi peringatan penting agar warga selalu memprioritaskan keselamatan di tengah cuaca ekstrem dan meningkatnya ancaman bahaya di lingkungan sekitar.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *