Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Sampah Berserakan di Jalan Maduningrat Tenggarong, DLHK Kukar Soroti Aktivitas Pedagang di Jalan

238
×

Sampah Berserakan di Jalan Maduningrat Tenggarong, DLHK Kukar Soroti Aktivitas Pedagang di Jalan

Share this article
Tumpukan Sampah di Depan Gereja Jalan Maduningrat, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong (Dok. Istimewa)
Tumpukan Sampah di Depan Gereja Jalan Maduningrat, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong (Dok. Istimewa)
Example 468x60

KUKAR: Persoalan sampah yang berserakan di kawasan Jalan Maduningrat, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dikeluhkan warga. Sampah yang dibuang di luar wadah penampungan disebut dibiarkan menumpuk hingga berminggu-minggu dan mengganggu kebersihan lingkungan.

Salah seorang warga, Fira, menyayangkan perilaku masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Ia juga menyoroti kebiasaan membuang sampah di luar wadah yang telah disediakan sehingga menyulitkan proses pengangkutan.

“Pintar sekali orang-orang yang membuang sampah di luar tempat sampah. Petugas pengangkut juga tidak mau mengangkut jika bukan sampah rumah tangga. Akhirnya, sampah dibiarkan berminggu-minggu di sini,” keluh Fira di media sosial Facebook Sabtu (10/10/2026).

Ia mengimbau masyarakat Tenggarong agar lebih disiplin dalam membuang sampah dengan memasukkannya ke tempat penampungan yang tersedia, bukan meletakkannya begitu saja di luar wadah lalu meninggalkan lokasi.

Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penumpukan sampah yang dapat mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Tri Joko Kuncoro, mengatakan pihaknya telah menerima informasi dari masyarakat mengenai persoalan sampah di kawasan tersebut.

Ia menjelaskan, sampah di depan gereja di Jalan Maduningrat, yang berada di sekitar kawasan pasar basah, pada dasarnya diangkut petugas setiap pagi.

“Pada dasarnya, sampah di situ setiap pagi kami angkut. Namun, persoalannya adalah sampah yang berasal dari aktivitas berjualan di jalan. Aktivitas tersebut menimbulkan masalah sampah, sementara kami terus memfasilitasi pengangkutannya,” ujarnya.

Tri Joko menilai, penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan petugas kebersihan. Menurutnya, perlu ada keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), untuk menertibkan aktivitas berjualan di badan jalan.

Ia menegaskan, keberadaan pedagang di lokasi yang tidak semestinya perlu ditangani agar persoalan sampah tidak terus berulang. Para pedagang diharapkan memanfaatkan kios atau tempat berjualan yang telah disediakan pemerintah.

“Kalau aktivitas berjualan di jalan itu tidak ditertibkan, persoalan sampah akan terus muncul. Kami berharap semua pihak ikut berperan. Jangan sampai aktivitas yang menimbulkan sampah terus berlangsung, sementara petugas kebersihan yang harus menangani dampaknya,” tegasnya.

Selain penertiban, Tri Joko menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut merupakan langkah awal sebelum masyarakat diajak menerapkan pemilahan dan pengolahan sampah.

Ia juga berharap pengurus RT, lurah, dan pihak terkait berperan aktif mengatur lokasi penempatan sampah serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

Dengan koordinasi lintas pihak dan meningkatnya kesadaran warga, persoalan sampah di Jalan Maduningrat diharapkan dapat ditangani secara berkelanjutan sehingga kebersihan dan kenyamanan lingkungan tetap terjaga. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *