BALIKPAPAN: Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) membangun Puskesmas Sepinggan Baru sebagai prototipe layanan primer terintegrasi. Puskesmas ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengurai antrean panjang yang selama ini terjadi di Puskesmas Sepinggan.
Kepala Dinkes Balikpapan, Alwiati, menjelaskan Puskesmas Sepinggan Baru tidak lagi menggunakan sistem tipe, melainkan terintegrasi dalam beberapa klaster pelayanan.
“Mulai dari klaster manajemen, klaster kesehatan ibu dan anak, hingga klaster penyakit menular, semua sudah terintegrasi dalam satu pelayanan. Puskesmas ini dibangun berdasarkan kebutuhan siklus hidup masyarakat,” jelasnya, Kamis (25/9/2025).
Alwiati menambahkan, tingginya jumlah penduduk di Kelurahan Sepinggan Baru membuat kebutuhan layanan kesehatan semakin mendesak. “Warga di sini sangat banyak, sehingga antrean di Puskesmas Sepinggan cukup lama. Karena itu, Puskesmas baru ini dibangun untuk mengurangi kepadatan,” ujarnya.
Meski demikian, diharapkan puskesmas berada setiap kelurahan hanya saja masih terkendala ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM), terutama tenaga dokter. “Membangun fasilitas bisa, tapi SDM yang mengisi itu tantangan. Dokter dari mana kita cari? Karena dalam satu puskesmas minimal ada empat dokter, belum termasuk kepala puskesmas,” ungkapnya.
Menurutnya, ada sembilan jenis SDM yang wajib tersedia, mulai dari dokter, perawat, ahli gizi, hingga tenaga farmasi. Khusus di Puskesmas Sepinggan Baru, sebagian tenaga kesehatan diambil dari Puskesmas Sepinggan, sementara kebutuhan lainnya diharapkan bisa dipenuhi melalui rekrutmen.
“Ahli gizi misalnya, tidak bisa hanya satu. Mereka harus turun langsung ke lapangan untuk kunjungan rumah. Itu sebabnya kebutuhan SDM sangat besar. Mudah-mudahan tahun depan ada penambahan melalui CPNS atau P3K. Karena status puskesmas ini BLUD, bisa juga merekrut tenaga kontrak individu,” tambahnya.
Hadirnya Puskesmas Sepinggan Baru yang berlokasi di samping Kantor KNPI Jalan Ruhui Rahayu Kecamatan Balikpapan Selatan. Pemkot Balikpapan berharap layanan kesehatan masyarakat semakin merata dan tidak lagi menimbulkan antrean panjang di fasilitas kesehatan.(las)

















