KUKAR – Kelompok garam Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, tengah mengembangkan potensi dengan memproduksi garam krosok, yang sangat dibutuhkan oleh para nelayan di daerah pesisir sebagai bahan pembuatan ikan asin dan pupuk.

Ketua Kelompok Kugar Kersik 2, Sigit, menjelaskan bahwa pengembangan ini didukung oleh Pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemerintah Kabupaten Kukar, dengan bantuan pembangunan rumah tunnel pada bulan Desember 2023. Pembangunan ini baru berjalan pada tahun ini. Hal ini didukung berupa bantuan pembangunan rumah tunnel pada bulan Desember 2023, dan tahun ini baru berjalan.
Sigit menyebutkan dalam pembangunan garam krosok ini dibantu dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten (DKP) Kukar. Ada sekitar 7 tunnel dengan sekitar 15 x 4 per panelnya, sedangkan lahan yang digunaoan sekitar 40 x 80 meter. Dalam satu rangkaian, nanti setelah diproses total air kan akan menghasilkan kurang lebih 600 kg sampai 700 kg gram garam krosok. Jadi tidak setiap panel itu menghasilkan garam. itu satu rangkaian.
“Proses produksi garam tergantung pada cuaca, dengan perkiraan waktu 30 hingga 40 hari dalam kondisi kemarau untuk menghasilkan garam krosok.” kata Sigit Kamis (8/2/24).
Kemudian untuk penjualan garam, saat ini belum ada penampung. Tapi memang sejauh ini dari pengalaman kebutuhan masyarakat sekitar saja belum bisa terpenuhi. Jadi memang masih di jual secara eceran.
Biasanya masyarakat menggunakan garam krosok sebagai bahan baku untuk pembuatan ikan asin. Kemudian beberapa masyarakat juga menjadikan garam krosok ini sebagai alternatif pengganti pupuk.
Untuk sekali panen, sekali panen 600 kg. Tapi bisa juga di tingkatkan menjadi 1 ton lebih. Dengan masa waktu yang lebih lama. Untuk hasil panen bisa diatur tergantung berapa banyak air yang dimasukkan di awal. Garam krosok dijual di Kisaran Rp 3.000 sampai Rp 5.000 per kilo.
“Kelompok ini masih dalam tahap produksi belum produksi karena kan baru ya baru selesai pembangunan Ini baru masuk air. Targetnya Bulan depan mulai panen lebih tepatnya, karna sekarang kita lagi produksi.” ujarnya
Ia berharap semoga kelompok kersik bisa jadi percontohan karena di Kalimantan, karena produksi garam krosok belum ada daerah yang memang memproduksi garam. Jadi sejauh ini garam masih dipasok dari pulau-pulau sekitar.
“Saya juga berharap kersik bisa jadi desa pertama dan bisa konsisten di Kaltim ini bisa mandiri secara produksi garamnya. Di sisi lain untuk saya sendiri sekarang sedang unggul pecahan khusus produksi garam yang bernama inti garam Borneo bersama rekan-rekan saya. Dan harapannya itu bisa juga menyokong untuk produksi garam industri.” pungkasnya.(dk1)

















