Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NASIONAL

Perluas Akses Olahraga Inklusif, Kemenpora Cetak Penggerak Olahraga Disabilitas

216
×

Perluas Akses Olahraga Inklusif, Kemenpora Cetak Penggerak Olahraga Disabilitas

Share this article
Kemenpora RI terus memperkuat kompetensi pelatih dan penggerak olahraga disabilitas melalui Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas (Dok: Kemenpora)
Kemenpora RI terus memperkuat kompetensi pelatih dan penggerak olahraga disabilitas melalui Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas (Dok: Kemenpora)
Example 468x60

TANGGERANG – Memperluas akses olahraga bagi penyandang disabilitas tidak hanya membutuhkan fasilitas yang memadai, tetapi juga tenaga pelatih dan penggerak yang memahami kebutuhan setiap individu. Karena itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) terus memperkuat kompetensi pelatih dan penggerak olahraga disabilitas melalui Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas di Kota Tangerang, Banten, pada 7-8 Agustus 2026.

Plh. Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Budi Ariyanto Muslim mengatakan, Program Pemberdayaan Pelatih Olahraga Disabilitas adalah program pengembangan pelatih olahraga penyandang disabilitas yang berfokus pada peningkatan kompetensi melatih dan perluasan partisipasi olahraga komunitas disabilitas di Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada NPCI Prov. Banten dan Kota Tangerang atas dukungan peserta ToT penggerak olahraga disabilitas. Program ini merupakan tindak lanjut program prioritas dan berkelanjutan untuk pembinaan olahraga disabilitas,” ucapnya.

“Kami berharap kegiatan ini melahirkan penggerak-penggerak yang berkompeten dan menjadi awal pembinaan yang berkelanjutan serta mampu menjadi multiplier di daerah masing-masing dan untuk masa depan olahraga disabilitas Indonesia yang semakin gemilang dan mengharumkan nama bangsa dikancah internasional,” imbuhnya.

Pelatih Nasional NPCI, M. Bram Riyadi mengatakan, setiap atlet disabilitas perlu pendekatan yang berbeda-beda. Pelatih juga perlu lebih memahami hambatan-hambatan setiap atlet karena memerlukan caranya masing-masing.

“Setiap atlet disabilitas memerlukan pendekatan yang berbeda-beda karena memang atlet memiliki masing-masing klasifikasi. Dimana setiap klasifikasi memiliki unsur-unsur berbeda dalam peningkatan kebutuhan latihannya,” katanya.

Karena itu pelatih perlu terus meningkatkan kompetensinya. Melalui ToT ini peserta dibekali teori dan praktik untuk menjadi penggerak.

“Pelatih sangat perlu memahami unsur-unsur hambatan yang ada dalam masing-masing atlet disabilitas. Disetiap masing-masing hambatan memiliki cara pendampingan dan proses cara melatihnya yang berbeda-beda,” jelasnya.

Citra, selaku peserta dari Guru Sekolah Khusus merasa bersyukur melalui ToT ini dirinya mendapatkan ilmu lebih yanh menjadi bekal mengembangkan potensi atlet disabilitas.

“Saya mendapatkan ilmu tentang bagaimana cara mengetahui profil dari para murid terkait dengan kemampuannya, potensi yang dimiliki dan kekurangan atau hambatan yang dimilikinya. Sehingga saya juga dapat memodifikasi alat hantu yang dapat menunjang latihan lebih giat lagi. Selain itu untuk membantu meningkatkan kepercayaan diri dari murid itu sendiri,” tuturnya.

Peserta ToT berasal dari berbagai kedisabilitasan, baik atlet, pelatih, dan penggerak olahraga disabilitas, serta menghadirkan para narasumber yang berasal dari NPCI Pusat dan Universitas Negeri Surakarta.

Kegiatan ini dilatar belakangi bahwa di Indonesia terdapat 22,9 Juta penyandang disabilitas (sekitar 8,5%–9% populasi nasional) berdasarkan data BPS tahun 2024. Rendahnya akses, layanan, fasilitas serta dukungan tenaga pelatih, membuat kelompok disabilitas masih belum mau untuk berolahraga.

Saat ini terdapat 92 Orang Pelatih disabilitas dengan background pelatih National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Kemenpora mencatat sekitar 11,6% dari total 22,9 juta disabilitas di Indonesia aktif berolahraga.

 

(Sumber: Kemenpora.go.id)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *