BALIKPAPAN: Peringatan Hari Kartini di Balikpapan tahun ini tampil berbeda. Ratusan perempuan dari berbagai organisasi dan komunitas memadati Taman Bekapai, Minggu (26/4/2026), dalam kegiatan Senam Bersama Berkebaya yang memadukan pelestarian budaya dengan gaya hidup sehat.
Kawasan ruang publik tersebut dipenuhi warna-warni kebaya Nusantara. Ragam motif tradisional yang dikenakan para peserta berpadu dengan semangat kebersamaan, menciptakan suasana hangat dan penuh energi.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga penegasan bahwa perempuan masa kini mampu merawat tradisi sekaligus menjalani gaya hidup modern yang sehat.
Dalam balutan kebaya, para peserta mengikuti gerakan senam secara serempak. Momentum ini menjadi simbol bahwa budaya dan kesehatan dapat berjalan beriringan, tanpa harus saling meninggalkan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, yang hadir langsung di tengah peserta, menekankan pentingnya kesehatan perempuan sebagai fondasi utama dalam membangun keluarga dan generasi masa depan.
“Perempuan yang sehat akan melahirkan keluarga yang kuat. Ketika ibu sehat, anak-anak tumbuh baik, keluarga harmonis, dan dari situlah lahir generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga sebagai pendidik pertama dalam membentuk karakter anak. Oleh karena itu, menjaga kesehatan fisik dan mental menjadi bagian penting dari tanggung jawab perempuan.

Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi perempuan Balikpapan dalam kegiatan ini. Selain menjaga kebugaran, kegiatan senam bersama dinilai mampu mempererat solidaritas, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan energi positif di tengah masyarakat.
Momentum Hari Kartini di Balikpapan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan masa kini hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari menjaga kesehatan, melestarikan budaya, hingga memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitar.
Di Taman Bekapai, semangat Raden Ajeng Kartini terasa hidup melalui harmoni antara kebaya, gerak olahraga, dan kebersamaan. Dari perempuan yang berdaya, lahir keluarga yang kuat, dan dari keluarga yang kuat, masa depan bangsa dibangun dengan lebih kokoh.(las)

















