BALIKPAPAN: Pemberangkatan jemaah haji Kalimantan Timur (Kaltim) resmi dimulai. Kloter pertama asal Samarinda diberangkatkan melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan pada Minggu (26/4/2026) pukul 23.55 WITA, menandai komitmen pelayanan haji yang lebih inklusif, khususnya bagi jemaah lansia dan disabilitas.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Timur, Mohlis Hasan, menjelaskan bahwa kloter pertama berjumlah 360 orang, terdiri dari 356 jemaah dan 4 petugas. Dari jumlah tersebut, 153 merupakan laki-laki dan 207 perempuan.
Menariknya, sebanyak 59 jemaah tergolong lanjut usia (lansia), sementara 21 jemaah lainnya menggunakan kursi roda. Data ini menegaskan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini memberi perhatian khusus pada kelompok rentan.
“Ini sejalan dengan kebijakan pelayanan haji yang ramah lansia, disabilitas, dan perempuan,” ujar Mohlis.
Penerbangan kloter pertama menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan 4101. Sebelum keberangkatan, para jemaah telah dibekali berbagai dokumen penting seperti surat perintah masuk asrama, kartu asrama, serta kartu nusuk sebagai identitas utama selama menjalankan ibadah haji.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga memberikan dukungan kepada jemaah berupa dana sponsorship dari Bank Kaltimtara dalam bentuk buku tabungan.
Mohlis menambahkan, Embarkasi Balikpapan tahun ini akan memberangkatkan total 17 kloter dengan jumlah keseluruhan 5.387 jemaah. Setelah kloter pertama diberangkatkan, pihaknya akan langsung menerima kedatangan kloter kedua asal Balikpapan pada Senin (27/4/2026) pukul 21.00 WITA dengan jumlah 360 jemaah.
“Prosesnya berkelanjutan, kloter berangkat, kloter berikutnya masuk. Semua sudah dijadwalkan secara sistematis,” jelasnya.
Dimulai pemberangkatan ini, Kalimantan Timur menunjukkan kesiapan dalam memberikan layanan haji yang tidak hanya tertib dan lancar, tetapi juga berorientasi pada kenyamanan dan kebutuhan seluruh jemaah, tanpa terkecuali.(las)

















