KUKAR: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan program Kredit Kukar Idaman Terbaik yang disiapkan untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat pelaku usaha.
Program tersebut ditargetkan dapat diluncurkan dalam waktu dekat setelah seluruh persiapan bersama Bankaltimtara dirampungkan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, pihak Bankaltimtara telah memberikan informasi bahwa persiapan program pembiayaan tersebut mulai memasuki tahap akhir.
Pemkab Kukar kini tinggal melakukan pematangan sejumlah hal sebelum program dapat diperkenalkan dan diakses masyarakat.
“Tadi info dari BPD itu insya Allah sudah siap untuk kita launchingkan. Kemungkinan kita akan matangkan lagi, mudah-mudahan bulan depan sudah bisa kita launching untuk Kredit Kukar Idaman Terbaik ini,” kata Aulia, Minggu (27/9/2026)
Ia menjelaskan, program tersebut nantinya diarahkan agar dapat dimanfaatkan oleh berbagai kelompok masyarakat yang menjalankan kegiatan produktif.
Tidak hanya pelaku UMKM, pembiayaan juga diproyeksikan menyasar sektor pertanian, peternakan hingga perikanan.
Menurut Aulia, perluasan akses modal menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan produksinya.
Dengan dukungan pembiayaan, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan usaha, tetapi juga mengembangkan skala dan kualitas produk yang dihasilkan.
“Kita berharap setelah launching nanti bisa diakses seluas-luasnya oleh seluruh profesi yang ada di tempat kita, baik petani, peternak, nelayan maupun UMKM,” ujarnya.
Aulia menambahkan, Kredit Kukar Idaman Terbaik memiliki plafon pembiayaan yang dapat mencapai Rp500 juta.
Namun, besaran pagu pembiayaan secara keseluruhan bersifat dinamis karena menyesuaikan dengan ketersediaan dana yang dialokasikan untuk program tersebut.
Skema pembiayaan itu, lanjutnya, akan memanfaatkan sumber dana yang berasal dari dividen Pemkab Kukar di Bankaltimtara.
Pemerintah daerah telah mencadangkan dividen yang diperoleh untuk mendukung pelaksanaan program pembiayaan masyarakat tersebut.
“Kalau kredit ini, plafon maksimalnya Rp500 juta. Tetapi kalau pagunya ini dinamik, karena pembiayaan yang kita gunakan nanti sama seperti Kredit Kukar Idaman, menggunakan dividen kita di Bankaltimtara,” jelasnya.
Ia menyebutkan, dana yang telah disiapkan tidak hanya digunakan dalam satu periode, melainkan diharapkan dapat terus berputar melalui mekanisme pembiayaan kepada masyarakat.
Dengan begitu, dana yang kembali dapat disalurkan lagi kepada penerima berikutnya.
Konsep tersebut dinilai dapat membuat cakupan penerima manfaat semakin berkembang seiring dengan berjalannya program.
Semakin besar perputaran dana, semakin banyak pula pelaku usaha yang berpotensi mendapatkan akses pembiayaan.
“Dana ini akan terus bergulir. Semakin banyak dana ini bergulir, maka luasan cakupan dari program ini juga kita harapkan bisa menjadi semakin luas lagi,” pungkasnya. (Adv/Van)

















