KUKAR: Operasi Pasar Murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diserbu warga. Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau di halaman Kantor Disperindag Kukar, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 16–17 Oktober 2026, tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih murah di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.
Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Muhammad Bustani, mengatakan operasi pasar murah kali ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia.

Sejumlah komoditas disediakan, mulai dari beras, minyak goreng, telur ayam, gula, tepung, hingga gas LPG 3 kilogram. Kegiatan tersebut turut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan serta kelompok wanita tani (KWT) yang menyediakan produk hortikultura, seperti cabai, sawi, dan sayuran lainnya.
“Untuk beras, biasanya kami menyediakan sekitar dua ton. Kali ini juga ada subsidi untuk telur dan beras Kukar melalui program Gerbang Raja Migas,” ujar Bustani.
Menurutnya, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang dinilai lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.
Bustani menyebut operasi pasar murah tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan Disperindag Kukar. Momentum Hari Pangan Sedunia sekaligus dimanfaatkan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih bersahabat.
Adapun sejumlah harga yang ditawarkan dalam operasi pasar murah tersebut, yakni beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram Rp57.000, beras premium 5 kilogram Rp68.000, dan beras Kukar 5 kilogram Rp65.000.
Sementara itu, Minyak Kita kemasan 1 liter dijual Rp15.700, tepung Kompas 1 kilogram Rp12.000, gula Vit 1 kilogram Rp19.000, serta minyak goreng Saro kemasan 2 liter Rp43.000. Telur ayam lokal ditawarkan dengan harga Rp45.000 hingga Rp55.000, sedangkan LPG 3 kilogram dijual Rp19.000.
Salah seorang warga, Ani, mengaku terbantu dengan adanya operasi pasar murah tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Ia berharap operasi pasar murah dapat dilaksanakan secara rutin, terutama ketika harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan akibat berkurangnya pasokan dari luar daerah.
“Dengan adanya pasar murah ini, masyarakat bisa lebih berhemat. Harapannya kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan, apalagi ketika harga bahan pokok naik karena pasokan dari luar daerah berkurang,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan biaya yang lebih ringan, sekaligus membantu menjaga daya beli di tengah fluktuasi harga pangan. (and)

















