Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Nelayan Muara Badak Hilang Saat Melaut, Kapal dan Jaring Ditemukan Tanpa Awak

207
×

Nelayan Muara Badak Hilang Saat Melaut, Kapal dan Jaring Ditemukan Tanpa Awak

Share this article
Proses Pencarian Korban Hilang di Perairan Laut Muara Badak (Dok. Tim SAR Balikpapan)
Example 468x60

KUKAR: Seorang nelayan asal Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dilaporkan hilang saat melaut di perairan Muara Berau, Selasa (6/10/2026).

Nelayan tersebut diketahui bernama Bistahul Kahir (44). Hingga Rabu (7/10/2026), keberadaannya masih belum diketahui. Tim SAR bersama keluarga, nelayan setempat, serta sejumlah unsur terkait masih melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Informasi hilangnya Kahir bermula ketika seorang nelayan bernama Anto, warga Jawi-Jawi, menemukan kapal milik korban berada di tengah laut. Anto kemudian mendekati kapal tersebut dan mendapati tidak ada seorang pun di atasnya.

pncaarian korban 2

Kepala Kantor SAR Balikpapan, Charlos P. Hutasoit, mengatakan berdasarkan informasi awal yang diterima dari nelayan, korban sebelumnya sedang melakukan aktivitas menangkap ikan dengan menebar jaring.

“Yang saya tahu dari informasi nelayan, dia sedang menyebar jaring. Setelah itu kapalnya ditemukan tanpa awak,” ujar Charlos saat dikonfirmasi Rabu (7/10/2026).

Kapal dan jaring milik korban telah ditemukan, tetapi korban belum berhasil ditemukan. Pihak keluarga bersama nelayan Desa Muara Badak Ulu, khususnya kawasan Gang Keramat, kemudian melakukan pencarian secara mandiri.

Pencarian selanjutnya diperluas ke arah laut dan pesisir Tanjung Limau. Perluasan area pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi angin selatan yang saat ini bertiup di wilayah perairan tersebut.

Untuk membantu proses pencarian, Tim Rescue Pos SAR Sangatta diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan rigid inflatable boat (RIB). Operasi pencarian juga melibatkan TNI AL Muara Badak, BPBD Muara Badak, nelayan setempat, dan keluarga korban.

Charlos menyebut operasi SAR akan terus dilakukan sesuai perkembangan di lapangan. Tim akan melakukan penyisiran di sekitar lokasi yang dinilai berpotensi menjadi area keberadaan korban.

“Biasanya kami melakukan pencarian selama lima sampai tujuh hari. Namun, apabila korban ditemukan lebih cepat, operasi dapat dihentikan lebih awal,” jelasnya.

Untuk pencarian hari pertama, tim direncanakan melakukan penyisiran hingga sore hari sebelum kembali ke pos. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi mengenai keberadaan Kahir.

Tim SAR mengimbau masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Muara Berau dan Tanjung Limau untuk segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda atau benda yang diduga berkaitan dengan korban. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *