Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

Kukar Jadi Pelopor Festival Gemini Academy Impact Awards 2026, 200 Guru Dibekali AI

264
×

Kukar Jadi Pelopor Festival Gemini Academy Impact Awards 2026, 200 Guru Dibekali AI

Share this article
Festival Lokal Gemini Academy Impact Awards 2026. (Van/dutakaltimnews.com)
Festival Lokal Gemini Academy Impact Awards 2026. (Van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Festival Lokal Gemini Academy Impact Awards 2026 yang dibuka di Gedung Putri Karang Melenu (PKM), Tenggarong Seberang, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar ini diikuti 200 guru jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dari 20 kecamatan. Pelatihan berlangsung selama dua hari dengan fokus pada pemanfaatan AI untuk mendukung metode pembelajaran yang lebih kreatif, menarik, dan efektif.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan terpilihnya Kukar sebagai salah satu dari 10 daerah pelaksana Festival Lokal Gemini Academy Impact Awards 2026 menjadi kebanggaan tersendiri. Pasalnya, dari 514 kabupaten/kota yang dikurasi, sebanyak 40 daerah masuk dalam tahapan seleksi hingga akhirnya ditetapkan 10 daerah untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurutnya, pelaksanaan festival ini juga merupakan bagian dari dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terhadap pengembangan teknologi dalam dunia pendidikan.

“Ini juga merupakan bagian dari support dari Kementerian Didasmen, Pendidikan Dasar dan Menengah, dan kita cukup merasa bangga karena Kukar menjadi daerah pertama untuk dilaksanakan kegiatan festival ini,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat pemanfaatan AI sebagai media pembelajaran di sekolah-sekolah di Kukar. Ia menekankan, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan perspektif kemanusiaan dan sosial agar penggunaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan penerapan AI dalam pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan menghasilkan teknologi atau produk digital, tetapi juga dari dampaknya terhadap kualitas pembelajaran dan pemahaman peserta didik.

“Kita berharap dengan adanya festival ini maka pengembangan AI sebagai media belajar di Kabupaten Kutai Kartanegara itu bisa menjadi lebih kuat lagi, lebih baik lagi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa teknologi harus ditempatkan sebagai alat pendukung, bukan pengganti peran guru dalam mendidik anak-anak. Guru tetap memiliki tanggung jawab penting dalam membangun karakter, memberikan keteladanan, serta membimbing peserta didik agar mampu menghadapi perkembangan zaman.

Ia menegaskan, pemanfaatan Gemini dalam pembelajaran harus berorientasi pada hasil yang dirasakan langsung oleh peserta didik dan lingkungan pendidikan.

“Kita berharap dengan Gemini ini, Gemini Award ini lebih mendekatkan pada dampaknya, bukan pada produksi AI-nya sendiri, akan tetapi pada dampak yang ditimbulkan dari penggunaan AI sebagai metode atau alat pembelajaran yang dilaksanakan di seluruh masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Kukar sebagai salah satu daerah penyelenggara festival tersebut. Ia menilai, proses seleksi yang dilalui membutuhkan kerja keras serta pemenuhan sejumlah kriteria sebelum daerah ditetapkan sebagai pelaksana.

Dalam pelatihan selama dua hari tersebut, para guru dibekali pemahaman mengenai pemanfaatan AI untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, termasuk membuat materi pembelajaran dalam bentuk video yang menarik.

Materi tersebut diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar sekaligus membantu peserta didik memahami pelajaran dengan lebih baik.

Ia menjelaskan, peserta kegiatan berasal dari jenjang SD dan SMP yang mewakili 20 kecamatan di Kukar. Narasumber pelatihan di antaranya berasal dari PT Repo Indonesia yang disebut sebagai mitra Google Indonesia.

Ia menegaskan, penggunaan AI dalam pembelajaran tidak boleh menghilangkan sentuhan manusiawi dalam proses pendidikan. Menurutnya, teknologi memang dapat membantu guru menyampaikan materi, tetapi peran mendidik, membangun akhlak, dan membentuk karakter anak tetap menjadi tanggung jawab tenaga pendidik.

“Kalau dia mengajar saja itu mudah, ya kasih saja AI untuk mengajar selesai. Tapi kalau mendidik bagaimana anak-anak kita itu berkarakter, berakhlaknya, itu yang nanti akan membawa Kabupaten Kukar ini menjadi daerah yang lebih maju lagi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kemampuan guru yang telah mengikuti pelatihan diharapkan dapat ditularkan kepada rekan-rekan lainnya di sekolah masing-masing. Dengan begitu, pemanfaatan AI dapat berkembang lebih luas dan tidak hanya dikuasai oleh satu atau dua guru di setiap satuan pendidikan.

“Sehingga pada saat mengajar mereka menggunakan AI sebagai pengantar awal dan memberikan pengetahuan yang itu tetap disentuh dengan hatinya. Sehingga mereka juga bersemangat,” pungkasnya. (Adv/Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *