BALIKPAPAN: Persoalan drainase dan jalan lingkungan rusak di RT 05 Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, tak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Kondisi inilah yang mendorong Anggota DPRD Kota Balikpapan, Halili Adinegara, turun langsung ke lapangan untuk meninjau infrastruktur yang dinilai rawan menimbulkan risiko, Minggu (18/1/2026).
Peninjauan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat yang disampaikan melalui Ketua RT setempat. Saat musim hujan, kawasan tersebut kerap mengalami genangan air yang menghambat aktivitas warga.
Halili menegaskan, persoalan infrastruktur lingkungan tidak bisa dipandang sebagai masalah teknis semata, melainkan bagian dari upaya melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat.
“Drainase yang buruk dan jalan rusak bisa memicu kecelakaan dan masalah kesehatan. Ini bukan sekadar kenyamanan, tapi soal keselamatan warga,” ujar Mantan Purnawirawan TNI POM AD, Senin, 19 Januari 2026.
Sebagai tindak lanjut, Halili menyampaikan rencana penganggaran perbaikan melalui APBD Perubahan Tahun 2026. Pembangunan drainase dengan lebar 40 sentimeter dan panjang sekitar 90 hingga 100 meter diusulkan dengan anggaran Rp250 juta. Sementara perbaikan jalan lingkungan sepanjang 110 meter dan lebar 4 meter direncanakan dengan anggaran sekitar Rp200 juta.
Ketua Fraksi PKB DPRD Balikpapan tersebut menilai, kedua proyek ini bersifat mendesak karena berdampak langsung pada kualitas hidup warga. Infrastruktur yang baik, menurutnya, akan mengurangi risiko banjir, mencegah kecelakaan, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Selain itu, Halili juga menyoroti tingginya risiko kecelakaan lalu lintas di persimpangan Wonorejo 3 yang berada tidak jauh dari permukiman warga. Untuk meminimalkan potensi kecelakaan, ia menginisiasi pembuatan polisi tidur sebagai solusi sementara.
“Ini langkah cepat untuk menekan risiko kecelakaan, sambil menunggu speed bump permanen dari Dinas Perhubungan,” jelas Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan tersebut.
Ia memastikan, polisi tidur yang dibuat sementara itu akan dibongkar setelah fasilitas keselamatan resmi terpasang, agar tetap sesuai dengan standar teknis dan tidak membahayakan pengguna jalan.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari warga RT 05 Gunung Samarinda yang berharap upaya pencegahan dan perbaikan infrastruktur dapat segera direalisasikan. Kehadiran langsung wakil rakyat di lapangan menjadi sinyal bahwa keselamatan dan kualitas lingkungan permukiman mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Adanya perbaikan drainase, jalan lingkungan, serta peningkatan keselamatan lalu lintas, kawasan mereka ke depan dapat menjadi lingkungan hunian yang lebih aman, sehat, dan layak.(las)

















