Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
OLAHRAGA

Festival Dayung Manggar 2025, Gerakkan Ekonomi Pesisir Balikpapan

257
×

Festival Dayung Manggar 2025, Gerakkan Ekonomi Pesisir Balikpapan

Share this article
d5e289b8 a9c2 4a41 8ebd 27b644493d41
Example 468x60

BALIKPAPAN: Melalui Festival Dayung Manggar 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan keseriusannya menjadikan kawasan pesisir, sebagai motor baru sport tourism di Kalimantan, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Festival yang digelar Sabtu (13/12/2025), di kawasan De Boekit Riverside ini menghadirkan beragam olahraga air, mulai dari Stand Up Paddling (SUP) Race Adventure, SUP Race Challenge, lomba perahu naga, parade SUP, hingga SUP try out yang terbuka bagi masyarakat dan wisatawan.

Sebanyak 102 peserta mengikuti festival SUP yang datang tidak hanya dari daerah di Indonesia tetapi juga mancanegara diantaranya dari Korea, Australia, Thailand, Malaysia maupun Taiwan. Sedangkan dari Indonesia diantaranya, Sulawesi Utara, Jawa Timur hingga Jakarta.

Tak sekadar ajang olahraga, festival ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara atlet, komunitas, pelaku usaha, dan warga pesisir, dalam satu semangat dengan memanfaatkan potensi laut Balikpapan secara sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan Festival Dayung Manggar membawa energi baru bagi pengembangan pariwisata kota.

Menurutnya, Balikpapan memiliki karakter geografis yang kuat sebagai kota pesisir, sehingga olahraga air menjadi pilihan strategis untuk dikembangkan.

“Festival Dayung Manggar menunjukkan bahwa Balikpapan punya daya tarik besar sebagai destinasi wisata olahraga air. Ini bukan hanya tentang kompetisi, tapi juga tentang bagaimana laut dan pantai memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Rahmad menilai Pantai Manggar tidak hanya berfungsi sebagai ruang rekreasi, tetapi juga ruang budaya dan ekonomi warga pesisir. Dengan pengembangan sport tourism diarahkan agar memberi dampak langsung, termasuk melalui keterlibatan UMKM dan komunitas lokal.

“Kegiatan sport tourism tidak hanya menghadirkan keramaian, tetapi harus membawa manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Seiring dengan festival, berbagai pameran dan aktivitas UMKM digelar di sekitar lokasi. Produk kuliner khas pesisir hingga kerajinan lokal menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung, sekaligus mendorong perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung.

Festival Dayung Manggar ditargetkan akan menjadi agenda tahunan, sekaligus memperkuat identitas Balikpapan sebagai kota pesisir dengan potensi sport tourism yang kompetitif.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menegaskan bahwa pengembangan pariwisata saat ini harus melampaui aspek hiburan.

Pariwisata, kata dia, harus memberi nilai tambah melalui edukasi, keselamatan, dan pelestarian lingkungan. “Balikpapan memiliki potensi wisata air yang sangat besar. Melalui olahraga air seperti dayung dan paddle board, kita mendorong gaya hidup sehat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Ratih.

Ia menjelaskan konsep yang diusung adalah ekowisata berkelanjutan, sejalan dengan kebijakan Kementerian Pariwisata dan program Wonderful Indonesia, yang menitikberatkan pada pengelolaan lingkungan, keberlanjutan destinasi, serta edukasi wisatawan.

Disparpora Balikpapan juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan Basarnas, BPBD, dan komunitas kelautan, untuk menjamin keselamatan. “Kami memastikan standar keselamatan di kawasan wisata air terpenuhi. Edukasi tentang risiko di perairan dan cara mitigasinya menjadi prioritas kami,” katanya.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *