Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DINAS PARIWISATA KUKARKUTAI KARTANEGARA

Embung Desa Prangat Selatan Siap jadi Destinasi Wisata Edukasi

212
×

Embung Desa Prangat Selatan Siap jadi Destinasi Wisata Edukasi

Share this article
8f3af8c0 7993 404f 89bf f7f564e0076a
Kepala Desa Prangat Selatan Sarkono
Example 468x60

KUKAR : Pemerintah Desa Prangat Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun potensi lokal melalui pengembangan Embung Desa sebagai destinasi wisata berbasis edukasi dan budaya. Proyek yang telah berjalan selama tiga tahun berturut-turut ini sepenuhnya didanai oleh Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan swasta, tanpa melibatkan anggaran pemerintah daerah atau APBD.

Kepala Desa Prangat Selatan, Sarkono, menjelaskan bahwa pembangunan kawasan embung hingga saat ini mendapat dukungan dari dua perusahaan, yakni PT Mahakam Sumberjaya (PT MSJ) dan PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga. PT MSJ telah membantu dalam penataan area embung, sementara PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga membangun empat unit ruko yang nantinya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan UMKM setempat.

“Fasilitas lainnya yang sudah tersedia meliputi empat unit toilet yang dipisahkan untuk laki-laki dan perempuan serta gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai oleh para pengunjung,” ujar Sarkono belum lama ini.

Pada tahun ini, pembangunan akan dilanjutkan dengan pendirian gedung perpustakaan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kutai Kartanegara. Gedung ini akan dilengkapi dengan koleksi buku dan perlengkapan penunjang lainnya, sehingga bisa mendukung fungsi kawasan embung sebagai taman edukasi.

2c768c0b 876f 4d10 9c88 fc0321662fc0
Embung Desa Prangat Selatan

“Kami berharap embung ini tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga menjadi tempat belajar bagi masyarakat dan pelajar. Apalagi di desa kami sudah ada sekolah dari jenjang SD, SMP hingga SMA, baik negeri maupun swasta,” tambahnya.

Dalam upaya penguatan sektor pariwisata, Pemerintah Desa Prangat Selatan telah mengirimkan surat kepada Dinas Pariwisata untuk meminta pendampingan. Pendampingan yang dimaksud meliputi penyusunan rencana pengembangan serta penyusunan blueprint kawasan wisata.

Ke depan, Sarkono menyebutkan ada rencana pembangunan pendopo dan pengembangan Kampung Adat sebagai wadah pelestarian budaya.

“Desa kami ini multi-etnis, ada warga dari Jawa, Madura, Sulawesi, NTB, Dayak, Banjar, dan Kutai. Kami ingin membangun rumah-rumah adat yang bisa jadi ruang kreasi dan ekspresi budaya bagi komunitas yang ada,” katanya.

Untuk mendukung pengelolaan wisata, desa juga berencana membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), namun saat ini belum terbentuk. Oleh karena itu, pendampingan dari Dinas Pariwisata sangat diharapkan agar pembentukan Pokdarwis dapat segera dilakukan dan difungsikan secara optimal.

Selain itu, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) akan dilibatkan dalam pengelolaan kawasan embung. Sarkono menambahkan bahwa BUMDes memiliki potensi dalam hal permodalan dan bisa berinvestasi dalam pengadaan wahana seperti sepeda air, yang bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.

“Luas embung ini cukup besar, dan ke depan kami berharap kerja sama antara pemerintah desa dan BUMDes bisa semakin kuat dalam pengelolaan wisata,” ujar Sarkono.

Sementara, Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dispar Kukar M. Ridha Fatrianta mengatakan bahwa dari Dispar Kukar turut mendukung dengan pengembangan pariwisata yang ada di Desa Prangat Selatan. Karena disana masih ada potensi yang bisa dimaksimalkan oleh pemerintah desa.

“Harapan kami, tidak hanya Desa Prangat Selatan saja tapi Desa yang lain bisa memaksimalkan potensi pariwisata di masing-masing wilayahnya. Kami juga mengapresiasi pihak desa yang telah mengupayakan pengembang wisata embung menjadi salah satu unggulan pariwisata khususnya di Prangat Selatan.” tutupnya.(Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *