Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

DPRD dan Pemkot Balikpapan Mulai Bahas Raperda APBD 2026

279
×

DPRD dan Pemkot Balikpapan Mulai Bahas Raperda APBD 2026

Share this article
43648bfa 523f 47ee 942a b25399b4523a
Rapat paripurna DPRD Balikpapan dengan Pemkot Balikpapan, di Gedung Parkir Klandasan, Jumat (12/9/2025). (Foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) resmi memulai rangkaian pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Rapat paripurna yang digelar, Jumat (12/9/2025), di Gedung Parkir Klandasan menjadi momentum penting dalam menentukan arah pembangunan kota ke depan.

Ketua DPRD Kota Balikpapan, H. Alwi Al Qadri, menjelaskan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang telah diteken bersama pada 13 Agustus 2025. “Dalam kesempatan yang sama, DPRD dan Pemkot juga telah menyepakati kontrak tahun jamak untuk pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Timur,” ungkapnya.

Sementara itu, Nota Penjelasan Wali Kota Balikpapan yang disampaikan oleh Wakil Wali Kota Bagus Susetyo menegaskan bahwa APBD 2026 disusun dengan tema “Pemantapan Seluruh Sektor Pembangunan untuk Menuju Masyarakat Sejahtera, Mandiri, dan Modern”. Tema tersebut sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional dan provinsi, sekaligus menegaskan posisi Balikpapan sebagai mitra utama dan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dari sisi keuangan, pendapatan daerah tahun 2026 direncanakan mencapai Rp3,83 triliun, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp1,58 triliun dan pendapatan transfer Rp2,25 triliun. Sementara belanja daerah dianggarkan sebesar Rp4,28 triliun, dengan fokus pada sejumlah prioritas, antara lain peningkatan kualitas pendidikan dan perlindungan sosial, pnguatan infrastruktur perkotaan, termasuk pengendalian banjir, air bersih, dan transportasi publik.

Selanjutnya pengembangan UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif, pembangunan Pasar Induk dan stabilisasi harga kebutuhan pokok dan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital.

Karena kebutuhan belanja lebih besar dari pendapatan, Pemkot Balikpapan akan menutup defisit sebesar Rp450 miliar dari perkiraan Silpa tahun 2025.

Wakil Wali Kota Bagus Susetyo mengakui bahwa APBD 2026 masih menghadapi sejumlah keterbatasan, mulai dari tingginya porsi belanja rutin hingga ketergantungan pada transfer pusat.

Namun, ia optimistis tantangan tersebut dapat diatasi dengan sinergi pemerintah, DPRD, dan masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada seluruh warga Balikpapan serta seluruh pihak yang menjaga kota ini tetap kondusif. Dengan kerja sama semua elemen, Balikpapan akan terus berkembang sebagai kota maju, berkelanjutan, dan siap menjalankan peran strategisnya sebagai pintu gerbang IKN,” tegasnya.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *