Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

DPMD Kukar Dorong One District One Industry, Setiap Kecamatan Diminta Punya Produk Unggulan

224
×

DPMD Kukar Dorong One District One Industry, Setiap Kecamatan Diminta Punya Produk Unggulan

Share this article
Kepala DPMD Kukar, Arianto. (Van/dutakaltimnews.com)
Kepala DPMD Kukar, Arianto. (Van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat melalui program One Village One Product (OVOP) dan One District One Industry (ODOI).

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat produk unggulan desa sekaligus membuka peluang pengembangan industri berbasis potensi lokal di setiap wilayah.

Kepala DPMD Kukar, Arianto mengatakan, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendorong setiap desa maupun kecamatan memiliki produk yang dapat dikembangkan menjadi unggulan.

Ia menyebut, gagasan tersebut sejalan dengan arahan Bupati Kukar yang selama ini mendorong konsep One Village One Product.

Konsep itu kemudian mendapat respons dari pemerintah kecamatan dengan dikembangkan menjadi One District One Industry.

“Memang Pak Bupati kan selalu menyampaikan ada program One Village One Product. Jadi ini disambut oleh teman-teman kecamatan, ada One District One Industry, artinya setiap kecamatan ada satu industri,” ujarnya, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, program One District One Industry tersebut untuk pertama dilakukan di Kecamatan Kembang Janggut. Pelaksanaannya nantinya akan dikolaborasikan dengan koperasi yang berada di wilayah tersebut.

Arianto menjelaskan, keberadaan UMKM di Kecamatan Kembang Janggut juga akan menjadi bagian penting dalam pengembangan program tersebut.

Koperasi diharapkan dapat menjadi pihak yang turut mengawal pengembangan dan penguatan usaha masyarakat.

“Kebetulan untuk kegiatan itu nanti dikolaborasikan dengan koperasi yang ada di wilayah Kembang Janggut. Ada UMKM di sana, nanti leading sectornya untuk mengawal itu teman-teman dari koperasi,” jelasnya.

Di sisi lain, DPMD Kukar akan berfokus mendorong pemerintah desa agar dapat mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing wilayah.

Desa nantinya diharapkan tidak hanya mengandalkan sumber daya yang ada, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi.

DPMD Kukar juga akan mendorong kolaborasi antara pemerintah desa dengan UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah berkembang di masing-masing wilayah.

Produk-produk yang dihasilkan dapat dipetakan dan kemudian dikembangkan menjadi produk unggulan desa.

“Kalau kami kan bagaimana mendorong pemerintah desa di setiap desa itu bersama dengan UMKM yang mereka miliki, BUMDes yang mereka miliki, itu memiliki produk-produk unggulan mereka yang nanti kita bisa sama-sama dorong untuk bisa menjadi unggulan,” ungkapnya.

Program tersebut tidak hanya akan diterapkan di satu wilayah. DPMD Kukar menargetkan pengembangan konsep tersebut dapat menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Kukar.

Arianto menyampaikan, program akan didorong di 20 kecamatan yang mencakup 193 desa dan 44 kelurahan.

Dengan cakupan tersebut, pemerintah daerah berharap semakin banyak potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Ini nanti akan dilaksanakan di 20 kecamatan dan 193 desa dengan 44 kelurahan, kita akan dorong,” ungkapnya.

Melalui pengembangan produk unggulan berbasis desa dan kecamatan, pemerintah daerah berharap potensi ekonomi lokal tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan dengan dukungan UMKM, BUMDes, koperasi, serta pemerintah desa. (Adv/Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *