Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
OLAHRAGA

Dispora Kukar Khawatir Pembatasan Usia Ganggu Persiapan Atlet Jelang Porprov 2026

210
×

Dispora Kukar Khawatir Pembatasan Usia Ganggu Persiapan Atlet Jelang Porprov 2026

Share this article
IMG 20261010 WA0016
Example 468x60

KUKAR: Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berharap hasil Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi acuan dalam menentukan atlet yang berhak tampil pada Porprov mendatang.

Harapan ini disampaikan menyusul adanya pembahasan mengenai pembatasan usia atlet maksimal 30 tahun.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan hingga kini ketentuan tersebut masih didiskusikan. Sementara itu, informasi yang diterima dari tingkat provinsi menyebutkan adanya batasan usia maksimal 30 tahun bagi atlet yang akan bertanding.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera mendapat kepastian karena seluruh cabang olahraga (cabor) di Kukar telah melakukan persiapan berdasarkan hasil BK Porprov yang sebelumnya tidak menerapkan pembatasan usia tersebut.

“Harapan kami, apa yang sudah dilakukan melalui BK dan hasil yang diperoleh itu menjadi acuan untuk mereka mengikuti Porprov. Sejauh ini seluruh cabor mengacu kepada hasil BK Porprov,” ujarnya, Sabtu (10/10/2026).

Ali menjelaskan, dalam pelaksanaan BK Porprov sebelumnya, atlet dari berbagai kelompok usia dapat mengikuti pertandingan. Bahkan, atlet berusia di atas 30 tahun juga telah berpartisipasi dan tercatat sebagai peserta berdasarkan hasil kualifikasi tersebut.

Karena itu, apabila pembatasan usia baru diberlakukan menjelang pelaksanaan Porprov, kondisi tersebut dikhawatirkan memengaruhi persiapan atlet yang selama ini telah berjalan.

Ia menyebutkan, sejumlah cabor di Kukar memiliki atlet berusia di atas 30 tahun dalam jumlah cukup banyak. Salah satunya gateball yang sebagian besar atletnya merupakan pegawai negeri sipil (PNS) dan rata-rata berusia di atas 30 tahun.

“Kalau hari ini tiba-tiba dibatasi sampai usia 30 tahun, tentunya persiapan yang sudah dilakukan bisa terdampak. Ini juga membuat pelatih dan atlet semakin kecewa, apalagi sampai saat ini belum ada keputusan resmi. Mereka masih terus melakukan persiapan,” jelasnya.

Ali menambahkan, waktu menuju pelaksanaan Porprov semakin dekat, yakni diperkirakan hanya sekitar 50 hari. Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah provinsi segera menyampaikan keputusan resmi kepada seluruh kabupaten dan kota agar persiapan kontingen dapat disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Ia juga menilai persoalan pembatasan usia tidak hanya menjadi perhatian Kukar, tetapi turut dikeluhkan sejumlah daerah lain. Menurutnya, keputusan yang diambil perlu mempertimbangkan proses kualifikasi dan persiapan yang telah dijalankan setiap daerah.

“Kami berharap keputusan ini nantinya diambil secara bijak. Jauh lebih baik jika hasil BK Porprov yang sudah dilaksanakan menjadi acuan dalam pelaksanaan Porprov,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Prestasi GABSI Kukar, Juniar Baihaki, mengatakan ketentuan komposisi atlet berdasarkan kelompok usia telah dibahas dalam rapat kerja pengurus GABSI dari 10 kabupaten/kota di Kaltim.

Dalam kesepakatan tersebut, setiap daerah diharapkan memiliki keterwakilan atlet di bawah usia 30 tahun (U-30) sebanyak 40 persen. Komposisi ini dinilai menjadi salah satu upaya untuk membuka ruang bagi atlet muda agar memperoleh kesempatan bertanding pada ajang olahraga tingkat provinsi.

Juniar menjelaskan, meskipun terdapat ketentuan komposisi tersebut, Kukar justru menargetkan mengirimkan lebih banyak atlet muda untuk cabang olahraga bridge.

“Kalau untuk Kukar sendiri, U-30-nya kalau minimal 40 persen, kita punya target malah 60 persen yang kita kirim adalah U-30,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut bukan sekadar percobaan untuk melihat kemampuan atlet muda, melainkan bagian dari upaya menyiapkan regenerasi atlet bridge di Kukar.

Menurutnya, atlet muda membutuhkan kesempatan bertanding dan pengalaman menghadapi persaingan di level yang lebih tinggi. Karena itu, Porprov menjadi momentum penting bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menambah jam terbang.

“Kalau bagi cabang olahraga bridge, khususnya Kukar, itu tidak menjadi kendala. Malah kami bersyukur atlet-atlet muda kami bisa berkiprah dan punya jam terbang di event tertinggi olahraga provinsi,” katanya.

Juniar menyambut baik kebijakan yang memberikan ruang lebih besar bagi atlet muda. Ia menilai kesempatan tersebut dapat menjadi dorongan bagi generasi baru untuk terus berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka dalam kompetisi resmi.

“Anak-anak muda kami, atlet-atlet muda kami, haus akan event dan pertandingan. Jadi, kesempatan seperti ini sangat baik untuk perkembangan mereka,” pungkasnya. (Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *