KUKAR : Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) melalui Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif terus mendorong pertumbuhan subsektor digital kreatif, khususnya komunitas aplikasi dan game. Hal ini disampaikan langsung oleh Kabid Pengembangan Ekraf, Zikri Umulda, Jumat (25/4/2025).
Ia menegaskan bahwa sektor ini memiliki potensi besar namun masih membutuhkan dukungan infrastruktur dan ekosistem yang memadai.
“Pengembangan komunitas aplikasi dan game menjadi salah satu fokus utama kami. Banyak anak-anak IT di Kukar yang memiliki kemampuan luar biasa, namun mereka masih tersebar dan belum terorganisir dengan baik,” ungkap Zikri.
Sebagai upaya nyata, Dispar Kukar kini tengah mengakselerasi pembangunan Gedung Kreatif, yang diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi kreatif di Kukar. Gedung ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti perangkat teknologi, server, ruang kolaborasi, dan sarana workshop yang dapat diakses oleh pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor.
“Saat ini para pengembang masih bekerja secara individu dari rumah masing-masing, dengan alat seadanya. Anak-anak IT biasanya tertutup, mereka lebih sering berkumpul di kafe atau hanya aktif di ponsel. Padahal, mereka sudah bergerak, hanya saja belum difasilitasi,” jelasnya.
Zikri juga mengungkapkan bahwa ia telah berdiskusi dengan komunitas seperti Rumah Bakat Kukar (RBK), termasuk dengan aplikator lokal Pak Mas Pras, yang menyampaikan harapan sederhana: fasilitas dan ruang untuk berkumpul.
“Mereka tidak minta banyak, hanya tempat dan alat. Kalau itu ada, mereka akan berkumpul dan berkreasi,” ujarnya.
Di era digital saat ini, sektor teknologi informasi menjadi pendorong utama inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Menurut Zikri, informasi dan teknologi sudah dapat diakses dari mana saja, sehingga penting bagi pemerintah daerah untuk mendukung lahirnya produk-produk digital lokal yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu contoh konkrit adalah pendataan pelaku ekonomi kreatif. Dengan sistem dan tools yang tepat, pendataan bisa dilakukan secara mandiri oleh para pelaku hanya dengan mengakses tautan online.
“Contohnya sudah ada di Malang, mereka punya sistem pendataan pelaku ekraf yang efisien dan sangat membantu,” tambah Zikri.
Gedung Kreatif yang tengah dipersiapkan bukan hanya untuk satu bidang, melainkan akan menjadi rumah bagi enam subsektor utama ekonomi kreatif yakni kriya, kuliner, seni pertunjukan, fashion, aplikasi dan game. Selain itu, tiga subsektor potensial seperti musik, film/animasi/video, dan fotografi juga akan mendapatkan dukungan dari dinas melalui fasilitas dan peralatan yang lengkap.
“Dari semua itu, saya paling ingin mendorong pengembangan sektor aplikasi dan game, serta fashion. Kukar punya kekayaan kain wastra lokal yang luar biasa dan sayang jika tidak dimanfaatkan. Melalui ruang workshop dan pameran di gedung ini, kami harap mereka bisa berkembang lebih jauh,” ujarnya. (Adv/dk)

















