Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DINAS PARIWISATA KUKARKUTAI KARTANEGARA

Dispar Kukar Dukung Festival Budaya Bensamar Ke-4, Angkat Warisan Kampung Tuha Suku Kutai

308
×

Dispar Kukar Dukung Festival Budaya Bensamar Ke-4, Angkat Warisan Kampung Tuha Suku Kutai

Share this article
a688ff69 0b5d 43e3 84be bfbed1668029
Festival Budaya Bensamar 2025
Example 468x60

KUKAR : Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Festival Budaya Bensamar Ke-4, yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Dusun Bensamar, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong yang ke-407. Acara ini berlangsung pada 27–31 Mei 2025 di Lapangan Kampong Bensamar dan merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, menjelaskan bahwa kegiatan ini termasuk dalam rencana kerja tahunan dinas dan menjadi bagian dari dukungan promosi terhadap agenda budaya lokal yang berkelanjutan.

“Posisi kami adalah sebagai pihak pendukung dalam bentuk promosi, mengingat kegiatan ini merupakan agenda tahunan daerah yang telah berlangsung sejak tahun 2019,” ujar Ivan Jumat (30/5/2025).

Menurutnya, pembiayaan utama tahun ini memang difokuskan melalui Disdikbud Kukar karena berkaitan langsung dengan aspek pelestarian budaya. Dusun Bensamar sendiri dikenal sebagai salah satu Kampung Tuha Suku Kutai, yang memiliki nilai historis tinggi, bahkan pernah menjadi tempat persinggahan Sultan Sulaiman pada masa lalu.

“Dukungan kami lebih kepada promosi, dengan harapan objek wisata yang sudah dibangun bisa mengundang lebih banyak kunjungan. Terutama bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung kehidupan masyarakat asli Suku Kutai,” tambahnya.

Bensamar dianggap strategis karena lokasinya yang dekat dengan pusat kota Tenggarong, berbeda dari wilayah lain seperti Kenohan atau Muara Badak.
Dispar Kukar berharap kegiatan tahunan ini dapat terus berlanjut serta mendorong kemandirian masyarakat lokal dalam menjaga warisan budaya.

“Kami ingin masyarakat mampu mempertahankan kearifan lokal dan melestarikan nilai-nilai budaya Suku Kutai,” ucap Ivan.

Lebih lanjut, ia mendorong potensi pengembangan wisata di kawasan Bensamar, termasuk eks-tambang dan danau yang ada di sekitar wilayah tersebut. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pemanfaatan area bekas tambang harus mengikuti prosedur resmi dan mendapatkan izin dari kementerian terkait karena menyangkut aspek reklamasi dan kelestarian lingkungan.

Festival Budaya Bensamar juga diharapkan menjadi magnet wisatawan tak hanya saat momen besar seperti Erau atau Festival Kemang Jaong, tetapi juga sebagai destinasi rutin yang memperkuat identitas budaya Kukar.

“Saya pribadi cukup terlibat sejak awal. Tahun 2018 kami menggagas penetapan Kampung Tuha Kutai Bensamar sebagai ikon budaya lokal,” kenangnya.

Saat itu, masyarakat secara gotong royong membangun gerbang selamat datang dari kayu ulin, yang menjadi simbol keberadaan kampung tua tersebut. Meski kini telah dibangun gerbang baru, simbol lama itu masih berdiri kokoh sebagai penanda sejarah. Dari sinilah kemudian tercetus ide penyelenggaraan Festival Kampung Tua Kutai Bensamar yang pertama.

Sejak bertugas di Dinas Pariwisata pada 2019, Ivan terus berupaya mendorong agar festival ini tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas budaya Kukar.

“Kami ingin mengenalkan bahwa Kampung Tuha Bensamar berusia lebih dari 400 tahun. Bahkan, beberapa tokoh masyarakat yang merupakan keturunan langsung dari leluhur Suku Kutai masih ada hingga kini dan aktif berdiskusi dengan kami dalam upaya pelestarian budaya,” pungkasnya. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *