KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus berupaya memberikan ruang bagi pelaku seni dan ekonomi kreatif (ekraf) untuk tampil dan berkembang. Tak hanya di panggung besar seperti TeTiba Jogja, tapi juga melalui wadah kreasi rutin di tingkat lokal.
Plt. Kabid Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengatakan bahwa pihaknya secara rutin menyediakan ruang ekspresi seni seperti di Simpang Empat Lahetaan setiap malam Minggu. “Siapa pun bisa tampil di sana, asalkan mendaftar terlebih dahulu,” jelasnya Rabu (14/5/2025)
Selain itu, ruang kreasi juga dibuka setiap hari Rabu di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kukar. Tempat ini khusus dimaksudkan bagi sanggar-sanggar baru untuk menampilkan hasil latihan mereka secara terbuka kepada publik.
Dispar menekankan pentingnya proses berjenjang dalam pembinaan seni. Setelah dibina oleh Dinas Kebudayaan dan dinilai layak tampil, para pelaku seni akan diarahkan untuk tampil di event besar seperti Kukar Festival Budaya Nusantara.
Festival tersebut menampilkan tiga panggung besar yang diisi oleh kelompok seni dari seluruh kecamatan di Kukar.
“Ini adalah bentuk nyata perhatian kami terhadap pelaku seni lokal,” ujar Ivan.
Dengan panggung yang terstruktur dan terbuka, Kukar berupaya menjaga kesinambungan antara pelestarian dan promosi budaya. Ini juga menjadi bagian penting dari strategi pembangunan pariwisata berbasis kearifan lokal.
Dispar Kukar ingin memastikan bahwa regenerasi seniman tetap berjalan, dan semua kelompok seni mendapat kesempatan yang adil untuk berkembang.
“Kami hadir sebagai fasilitator, menyediakan wadah agar para pelaku seni bisa unjuk gigi,” tegas Ivan.
Upaya ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik pariwisata daerah, mengingat seni pertunjukan menjadi salah satu kekuatan utama dalam memperkenalkan identitas Kukar kepada masyarakat luas.
“Kami harap seni pertunjukan menjadi kepanjangan tangan Dispar dalam mengenalkan potensi yang ada di Kukar.” tutupnya. (Adv/dk)

















