Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Disdikbud Kukar Pastikan Pelaksanaan Asesmen Nasional Berjalan Lancar

310
×

Disdikbud Kukar Pastikan Pelaksanaan Asesmen Nasional Berjalan Lancar

Share this article
07d13ebe d452 4044 bcb8 f46d38dcbe5b
Plt. Sekretaris Diadikbud Kukar Pujianto (dk)
Example 468x60

KUKAR : Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara, Pujianto, memastikan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di Kukar berjalan sesuai tahapan.

Program ini berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga pendidikan kesetaraan.

“Ujian Nasional ini sebenarnya berlaku untuk semua jenjang, mulai dari SD, SMP, hingga pendidikan kesetaraan. Saat ini kita sudah memasuki tahapan gladi bersih terkait pelaksanaan asesmen nasional,” jelas Pujianto Jumat (22/8/2025).

Ia menambahkan, jenjang PAUD tidak mengikuti asesmen nasional, melainkan hanya Survei Lingkungan Belajar yang juga berlaku bagi semua jenjang. Hal ini karena instrumen utama asesmen, yakni Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) untuk literasi dan numerasi, baru dapat diterapkan pada siswa SD, SMP, dan pendidikan kesetaraan.

“Peserta didik PAUD belum bisa mengikuti asesmen berbasis teknologi karena keterbatasan usia. Namun, guru PAUD tetap wajib berpartisipasi,” ujarnya.

Menurut Pujianto, tahapan asesmen nasional dimulai dari sinkronisasi jaringan dan aplikasi, dilanjutkan dengan gladi bersih, kemudian pelaksanaan resmi. Saat ini, asesmen telah berlangsung di jenjang SMP dan Paket B, sementara Paket C (setara SMA) sudah lebih dulu melaksanakan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa asesmen nasional bukan untuk menilai kompetensi siswa maupun guru, melainkan memetakan mutu pendidikan. Hasil asesmen akan berupa rapor pendidikan yang menggambarkan kondisi sekolah dan pemerintah daerah.

“Rapor ini bukan rapor siswa, melainkan rapor sekolah. Data tersebut menjadi dasar evaluasi capaian tahun sebelumnya sekaligus perencanaan, termasuk penyusunan RKA di sekolah maupun di dinas,” terangnya.

Dari sisi teknis, Pujianto menyebut hambatan pelaksanaan ANBK kini semakin minim. Sebagian besar sekolah di Kukar sudah menggunakan sistem online penuh, di mana jawaban peserta langsung terkirim ke server pusat.

“Berbeda dengan sistem semi online yang hasil ujiannya masih harus masuk ke server sekolah terlebih dahulu. Tapi untuk daerah dengan jaringan terbatas, semi online tetap menjadi solusi,” jelasnya.

Ia juga menyebut infrastruktur sekolah di Kukar sudah relatif siap, baik komputer maupun Chromebook. Hanya beberapa titik jaringan yang memerlukan perhatian lebih lanjut agar pelaksanaan ANBK berjalan optimal. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *