KUKAR : Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara, Pujianto, menegaskan pentingnya pelestarian bahasa ibu sebagai bagian dari kearifan lokal. Menurutnya, bahasa daerah merupakan kekayaan budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Bahasa ibu pada dasarnya merupakan bagian dari kearifan lokal. Kita berupaya mengangkat kekayaan bahasa daerah yang ada, sebab daerah kita memiliki potensi besar dalam hal bahasa dan budaya. Pemerintah pusat juga telah memfasilitasi upaya pelestarian bahasa ibu yang dimulai dari satuan pendidikan,” jelas Pujianto Jumat (22/8/2025).
Ia menyebut, Disdikbud Kukar telah memiliki subkegiatan khusus terkait sastra dan bahasa lokal. Ke depan, pihaknya mendorong agar peran sekolah lebih dimaksimalkan sebagai lembaga yang terorganisasi dalam membina bahasa ibu.
“Dengan adanya kelembagaan di satuan pendidikan, pelaksanaan program bisa lebih terukur. Melalui sekolah, kita dapat melihat sejauh mana implementasi dan pembinaan bahasa ibu dilakukan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pujianto menjelaskan bahwa penggunaan bahasa ibu sejatinya sudah berlangsung dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, bersama teman sebaya, maupun di lingkungan masyarakat. Namun, tanpa wadah kelembagaan, hal itu sulit diukur secara jelas.
Sebagai bentuk fasilitasi, Disdikbud Kukar menggelar lomba-lomba berjenjang mulai dari tingkat sekolah hingga nasional. Beberapa tahun lalu, bahkan ada peserta dari Kukar yang berhasil mewakili hingga ke tingkat nasional.
“Kita berharap prestasi ini bisa terus meningkat di masa mendatang,” ujarnya.
Pujianto juga bersyukur karena bahasa Kutai telah ditetapkan sebagai salah satu muatan lokal di Kalimantan Timur. Bahkan, DPRD dan Pemerintah Provinsi Kaltim telah menerbitkan peraturan daerah (perda) terkait hal tersebut.
“Padahal di Kutai sendiri banyak bahasa lain, seperti Dayak, Paser, dan Berau, selain bahasa dari luar daerah. Namun dengan diangkatnya bahasa Kutai sebagai muatan lokal, kita berharap bahasa ini lebih lestari dan terimplementasi dengan baik di sekolah-sekolah,” pungkasnya. (Adv/dk)

















