Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NASIONAL

BMKG menyatakan Indonesia memasuki El Nino kuat yang dapat memicu kekeringan, karhutla, dan cuaca panas. Simak wilayah rawan serta langkah antisipasinya.

232
×

BMKG menyatakan Indonesia memasuki El Nino kuat yang dapat memicu kekeringan, karhutla, dan cuaca panas. Simak wilayah rawan serta langkah antisipasinya.

Share this article
Hamparan sawah yang mengering akibat cuaca panas di Indramayu, Jawa Barat, 25 Juli 2023. (Antara Foto/Dedhez Anggara via Reuters)
Hamparan sawah yang mengering akibat cuaca panas di Indramayu, Jawa Barat, 25 Juli 2023. (Antara Foto/Dedhez Anggara via Reuters)
Example 468x60

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi dampak El Nino kuat yang kini melanda Indonesia. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan Indonesia saat ini telah memasuki kategori El Nino kuat.

“Untuk saat ini kondisinya sudah masuk ke El Nino kuat,” kata Faisal usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7) malam.

Fenomena El Nino tahun ini diperkirakan lebih kuat dibandingkan peristiwa pada 2023. Sejumlah pakar iklim bahkan memproyeksikan pemanasan suhu akibat El Nino dapat melampaui 2 derajat Celsius.

Kategori El Nino super sebelumnya juga tercatat terjadi pada 1997 dan 2015. Intensitas El Nino tahun ini berpotensi melampaui ketiga peristiwa tersebut.

“El Nino itu terjadi ketika suhu di permukaan laut, tepatnya di tengah Samudra Pasifik, naik lebih tinggi dari 0,5 derajat Celsius. Jika sudah melewati batas itu, kita mengatakan sudah masuk dalam kondisi El Nino aktif. Nah, untuk saat ini kondisinya sudah masuk ke El Nino kuat. Jadi kita perlu mengantisipasinya,” kata Faisal, dikutip dari laman bmkg.go.id.

Kondisi tersebut diperkirakan menyebabkan cuaca yang lebih panas serta memicu musim kemarau yang lebih kering dan berlangsung lebih lama di sebagian besar wilayah Indonesia. Dampaknya mencakup meningkatnya risiko kekeringan, karhutla, serta gangguan terhadap sejumlah sektor strategis.

Faisal mengatakan BMKG memprioritaskan upaya menjaga ketersediaan air, termasuk melalui pengisian waduk dengan teknologi modifikasi cuaca. Langkah serupa juga dilakukan untuk mengurangi risiko karhutla dengan membasahi lahan-lahan yang rawan terbakar.

“Ada pengisian waduk dengan modifikasi cuaca dan lain sebagainya juga untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan melalui pembasahan lahan-lahan yang mudah terbakar. Tadi diperkuat banyak tentang modifikasi cuaca,” katanya.

Enam provinsi menjadi fokus utama mitigasi, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

BMKG memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2026 dengan cakupan sekitar 48,84 persen wilayah Indonesia. Kondisi tersebut masih berlanjut pada September dengan cakupan sekitar 25,41 persen wilayah.

Faisal menambahkan pemerintah juga mulai mempersiapkan langkah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah yang diperkirakan muncul ketika musim hujan kembali pada akhir tahun.

“Jadi, tidak hanya terkait dengan kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga bencana-bencana hidrometeorologi basah,” katanya.

Masyarakat dihimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari, untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas dan paparan sinar matahari.

Apabila aktivitas di luar ruangan tidak dapat dihindari, masyarakat disarankan menggunakan payung atau topi, kacamata hitam, tabir surya, lip balm, masker medis, pakaian berwarna terang yang mudah menyerap keringat, serta alas kaki yang nyaman.

Selain itu, masyarakat diminta mencukupi kebutuhan cairan tubuh, memperbanyak konsumsi buah dan sayur yang mengandung air, serta segera beristirahat apabila mulai merasakan pusing, lemas, atau haus berlebihan.

 

(Sumber: cna.id)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *