Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

BAZNAS Kukar Target Bangun 40 Rumah Layak Huni pada 2026, Prioritaskan Warga Berpenghasilan di Bawah Rp1,5 Juta

242
×

BAZNAS Kukar Target Bangun 40 Rumah Layak Huni pada 2026, Prioritaskan Warga Berpenghasilan di Bawah Rp1,5 Juta

Share this article
Ketua BAZNAS Kukar, M. Shafik Avicenna. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Ketua BAZNAS Kukar, M. Shafik Avicenna. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR:  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan pembangunan 40 unit rumah layak huni sepanjang tahun 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari kontrak kinerja BAZNAS bersama Pemerintah Kabupaten Kukaruntuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah.

Ketua BAZNAS Kukar, M. Shafik Avicenna, mengatakan target pembangunan 40 rumah akan diupayakan terealisasi seluruhnya hingga akhir tahun.

“Sesuai kontrak kinerja dengan Pemerintah Kabupaten Kukar, tahun ini target kami memang 40 rumah. Insya Allah kami akan memenuhi target itu semaksimal mungkin. Kalau ada penambahan ke depannya, Insya Allah pasti,” ujarnya, Senin (29/6/2026).

Shafik menjelaskan, penerima manfaat program rumah layak huni diprioritaskan berasal dari Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diperoleh melalui Dinas Sosial. Namun, BAZNAS tidak langsung menetapkan penerima berdasarkan data tersebut.

Menurutnya, BAZNAS melakukan verifikasi lapangan secara mandiri untuk memastikan calon penerima benar-benar memenuhi syarat sebagai mustahik penerima bantuan rumah.

“Data awal kami ambil dari DTSEN milik Dinas Sosial. Kami memprioritaskan masyarakat pada desil 1 sampai desil 3, tetapi tetap kami verifikasi kembali sesuai persyaratan yang berlaku di BAZNAS sebagai lembaga amil zakat,” jelasnya.

Hasil verifikasi tersebut menunjukkan mayoritas keluarga penerima memiliki kondisi ekonomi yang sangat terbatas, dengan rata-rata penghasilan di bawah Rp1,5 juta per bulan.

“Rata-rata hasil verifikasi kami, penghasilan keluarganya di bawah Rp1.500.000 setiap bulan. Jadi kami benar-benar memastikan bantuan ini diterima masyarakat yang paling membutuhkan,” katanya.

Ia menambahkan, data DTSEN mencakup berbagai tingkat kebutuhan masyarakat. Karena itu, tidak semua warga dalam data tersebut memerlukan bantuan rumah. Ada yang lebih membutuhkan bantuan sembako, maupun bentuk bantuan sosial lainnya.

“Data DTSEN itu kebutuhannya beragam. Ada yang membutuhkan rumah, ada yang membutuhkan sembako dan bantuan lainnya. Sejak tahun lalu kami sudah mulai menggunakan data tersebut sebagai acuan, tetapi tetap kami verifikasi kembali agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” tutupnya.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *