TENGGARONG – Bank Sampah Al-Hidayah yang berada di RT 4 Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), adalah contoh bagus tentang bagaimana warga dapat mengelola sampah menjadi produk yang bermanfaat sambil mendukung kegiatan sosial.
Bank Sampah ini dikelola oleh warga setempat dan memiliki tujuan untuk menjaga lingkungan sekaligus mendukung Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
Direktur Bank Sampah Al-Hidayah, Sugiarto, menjelaskan bahwa mereka mendirikan Bank Sampah ini dengan tujuan utama menjaga lingkungan. Namun, yang membuatnya istimewa adalah bahwa semua hasil pengolahan sampah ini didonasikan untuk pembiayaan TPQ, yang merupakan taman pendidikan agama.
“Modal awal bank sampah ini adalah memberikan karung kepada warga dan memberi pengertian tentang pentingnya memisahkan sampah organik dan non-organik. Sampah yang terkumpul kemudian diambil dan dimanfaatkan dengan berbagai cara, termasuk pengolahan sampah B3 (sampah berbahaya) yang bekerjasama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Maluhu.” ungkap Sugiarto Kamis (5/10/23).
Ia mengungkapkan, bahwa Bank Sampah Al-Hidayah ini aktif melakukan pertemuan bulanan, membahas pengelolaan sampah, belajar membuat kerajinan dari sampah, dan proses pembuatan kompos. Semua langkah ini didokumentasikan untuk memastikan bahwa sampah benar-benar dimanfaatkan dan tidak hanya diucapkan.
“Pengelolaan sampah ini mendapat dukungan dari Ketua RT dan Lurah setempat. Kami juga telah berusaha membangun semangat warga untuk peduli terhadap sampah. Saat ini, pengelolaan sampah mereka termasuk pembuatan kerajinan dari plastik, eco brick, dan pengolahan sampah organik menjadi kompos.” jelasnya.
Bank Sampah Al-Hidayah diharapkan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, terutama dalam hal fasilitas seperti motor viar, karena saat ini fasilitas mereka sangat terbatas meskipun semangat mereka besar dalam menjaga lingkungan dan mendukung kegiatan sosial.(dk1)

















