KUKAR: Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai semakin terasa. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari dampak buruk terhadap kesehatan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi udara yang mulai dipengaruhi asap karhutla.
“Menyikapi kondisi akhir-akhir ini, di mana asap semakin terasa di tengah-tengah kita, kami mengimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan alat pelindung diri ketika melaksanakan aktivitas di luar ruangan,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).
Ia juga meminta instansi pendidikan, khususnya sekolah, untuk mengurangi kegiatan yang dilakukan di luar ruangan.
“Kami juga mengimbau kepada instansi-instansi sekolah untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan, sehingga anak-anak kita minim terpapar dengan asap ini,” jelasnya.
Menurutnya, perlindungan terhadap anak-anak menjadi perhatian utama karena paparan asap dalam kondisi kualitas udara yang kurang baik dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan.
Terkait kemungkinan penerapan pembelajaran secara daring, terutama di wilayah hulu yang kondisi asapnya dinilai lebih pekat, Aulia mengatakan Pemkab Kukar masih melakukan pemantauan bersama jajaran di kecamatan.
“Belum. Karena kita juga masih memonitor terus dengan teman-teman yang ada di kecamatan,” katanya.
Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan penerapan metode pembelajaran dari jarak jauh apabila kondisi di lapangan semakin tidak memungkinkan bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran secara langsung.
“Tidak menutup kemungkinan kalau seandainya situasi semakin tidak memungkinkan, maka kita akan menggunakan metode-metode pengajaran sebagaimana yang membutuhkan kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Selain opsi pembelajaran daring, Pemkab Kukar juga membuka kemungkinan melakukan pembagian masker secara gratis, khususnya kepada anak-anak.
“Kita masih menilai ini. Tapi secara pos anggaran, untuk anggaran bencana kita memang masih tersedia,” ucapnya.
Aulia menegaskan, apabila kondisi memang membutuhkan langkah penanganan tambahan, pemerintah daerah siap mengambil kebijakan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kalau seandainya memang itu dibutuhkan, maka kita akan melaksanakan sebagaimana yang dibutuhkan,” pungkasnya. (*van)

















