KUKAR: Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri secara resmi melantik Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Senin (15/9/2025) di Rumah Jabatan Bupati Kukar.
Aulia menegaskan peran Bunda PAUD sangat strategis, khususnya dalam melakukan evaluasi, koordinasi, supervisi, serta advokasi terhadap berbagai program pendidikan anak usia dini yang telah berjalan di Kukar.
Menurutnya, kehadiran Pokja Bunda PAUD akan menjadi mitra penting bagi dinas maupun instansi terkait dalam merumuskan model pendidikan yang lebih tepat untuk anak-anak usia dini di daerah.
“Dengan adanya kerja sama ini, kita berharap kinerja Bunda PAUD semakin mudah dan terarah. Sehingga pendidikan usia dini di Kukar benar-benar mampu membangun aspek karakter anak,” ujarnya
Ia menambahkan, pendidikan anak usia dini bukan hanya soal intelektual, tetapi juga penguatan karakter dan emosional.
Anak-anak yang memiliki dasar emosional kuat diyakini akan lebih siap menghadapi jenjang pendidikan di masa depan.
Aulia mencontohkan anak usia 0–1 tahun membutuhkan ikatan emosional yang baik dengan orang tua.
Pada usia 1–3 tahun, fokus tumbuh kembang ada pada kecerdasan motorik, sedangkan usia 4 tahun ke atas barulah mulai berkembang kecerdasan intelektual.
“Semua fase ini harus dikawal dengan baik, dan peran Bunda PAUD sangat penting dalam memastikan kebutuhan anak-anak sesuai tahapannya,” jelasnya.
Selain itu, ia juga berharap model pendidikan anak usia dini di Kukar bisa mencerminkan kearifan lokal.
Dengan kekayaan budaya yang dimiliki Kukar, pendidikan dapat diselaraskan agar anak-anak tumbuh dengan identitas dan karakter daerahnya.

Sementara itu, Ketua Bunda PAUD Kukar, Maria Ester mengemukakan pelantikan ini merupakan amanah besar bagi seluruh pengurus Pokja.
Ia menegaskan tugas yang diemban harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan pendidikan usia dini.
Ia menambahkan program kerja sudah disusun dalam jangka pendek, menengah, dan panjang untuk lima tahun ke depan.
Program tersebut tetap mengacu pada kebijakan pusat, namun dengan ruang inovasi sesuai kebutuhan daerah.
“Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta. Harapannya, layanan PAUD di Kukar semakin maju, bermutu, dan berkualitas, sehingga semua anak dapat terlayani dengan baik,” tuturnya.
Dengan adanya Pokja Bunda PAUD, dia berharap kualitas pendidikan anak usia dini di Kukar semakin meningkat, layanan PAUD di Kukar lebih baik lagi dan anak-anak bisa terlayani dengan lebih baik.(*van)

















