KUKAR: Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri menegaskan efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar tidak akan berdampak pada Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa (ADD).
Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Apel Gabungan ASN dan Perangkat Desa se-Kecamatan Loa Kulu, yang digelar di halaman Balai Pertemuan Umum Desa Loa Sumber, Senin (8/9/2025).
Dalam sambutannya, Aulia menyampaikan kondisi keuangan daerah pada tahun 2025 mengalami defisit akibat minimnya dana transfer dari pemerintah pusat.
Bahkan untuk APBD 2026, kata dia, dana transfer daerah diperkirakan akan berkurang lebih dari Rp 200 triliun.
“Efisiensi anggaran yang kami lakukan tidak menyentuh TPP ASN. Jadi jangan ada keresahan atau isu-isu liar yang menyatakan TPP akan dipotong,” tegasnya.
Selain itu, Bupati juga memastikan bahwa kebijakan efisiensi tidak mengurangi hak-hak masyarakat desa.
Ia menegaskan, Dana Desa dan ADD tetap disalurkan sesuai alokasi.
Ia meminta para kepala desa, perangkat desa, BPD, PKK, LPM, dan lembaga kemasyarakatan lainnya untuk tetap menjalankan tugas pelayanan publik, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat secara optimal.

Pada kesempatan itu, Bupati menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai ASN Berakhlak (Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).
Menurutnya, ASN merupakan garda terdepan pelayanan publik yang harus menjaga integritas dan profesionalisme.
“ASN harus benar-benar memegang teguh nilai-nilai Berakhlak sehingga masyarakat menerima manfaat nyata dari pelayanan yang diberikan,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh ASN dan perangkat desa di Loa Kulu untuk tetap fokus melayani masyarakat.
“Tunjukkan wajah ASN sebagai pelayan masyarakat yang sungguh-sungguh mengabdi demi kesejahteraan rakyat. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Kukar Idaman Terbaik,” ucapnya.(*van)

















