KUKAR : Senja itu terasa berbeda di Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu. Langit yang mulai meredup, angin sore yang membawa kesejukan, dan halaman Masjid At-Taqwa yang dipenuhi ribuan warga menciptakan suasana penuh kehangatan. Mereka datang bukan sekadar untuk berbuka puasa bersama, tetapi juga untuk menyaksikan sebuah janji yang akhirnya ditepati.
Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, hadir dalam silaturahmi akbar bertajuk “Bukber Ya Tuh Disini: Bersenang-senang Bahagia Bareng di Bulan Penuh Berkah”, pada Jumat (21/3/2025).
Acara ini menjadi istimewa karena Rendi membawa YouTuber kondang asal Sulawesi, Ambo Nai, ke Marangkayu, memenuhi harapan banyak warga perantau yang rindu akan kampung halaman mereka.
Di tengah keramaian, Fandi, seorang perantau asal Sulawesi Selatan yang telah menetap di Marangkayu selama hampir satu dekade, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
“Terima kasih, Pak Wabup. Ini seperti mudik, meski kaki tetap di Kukar,” ujarnya
Bagi Fandi dan warga lainnya, malam itu lebih dari sekadar acara politik. Itu adalah momen kebersamaan yang penuh makna. Mereka tidak hanya berbuka puasa bersama, tetapi juga berbagi cerita, tawa, dan sedikit pelepas rindu akan kampung halaman yang jauh di seberang laut.
Saat adzan Maghrib berkumandang, Fandi menatap piring nasinya dan tersenyum.
“Mungkin saya tak bisa mudik, tapi hari ini, kampung halaman yang datang ke saya,” ucapnya
Kehadiran Ambo Nai dan tim Timur Kota Official disambut antusias, menghadirkan nuansa khas Sulawesi yang menghangatkan hati para perantau.
Sebelum berbuka, dai kondang Rudini Dai Pramuka memberikan tausiyah, mengingatkan arti Ramadan sebagai bulan berbagi dan mempererat kebersamaan.
Suasana semakin penuh makna ketika Rendi Solihin berbagi kabar bahwa ia akan cuti selama 20 hari untuk menghadapi Pemilihan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kukar yang dijadwalkan pada 19 April 2025.
“Insya Allah, saya kembali memimpin Kukar tanggal 16 April,” ujar Rendi. Namun, ia menegaskan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal menang atau kalah di Pilkada, tetapi bagaimana tetap dekat dengan masyarakat.
“Apa pun yang terjadi, saya akan selalu ada untuk masyarakat. Bukan hanya saat kampanye, tapi setiap saat, setiap waktu,” tegasnya.
Rendi juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi di setiap kesempatan.
“Kita berasal dari latar belakang yang berbeda, tapi di bulan penuh berkah ini, kita disatukan oleh rasa syukur dan kebersamaan. Saya berharap, acara seperti ini terus ada, bukan hanya di Ramadan, tapi juga di momen-momen lainnya,” tambahnya. (Adv/dk)

















