KUKAR: Pembangunan gedung Bank Sampah Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong tengah memasuki tahap akhir, saat ini pembangunannya mencapai 80 persen. Gedung ini merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara.
Gedung ini dibangun di lahan Eks Rumah Sakit lama AM Parikesit Tenggarong. Dengan adanya pembangunan ini diharapkan dapat mempermudah pengelolaan sampah, mengingat selama ini Kelurahan Melayu belum punya tempat yang representatif.
Kasi Pembangunan Kelurahan Melayu Taufik Anwar mengatakan bahwa sebelumnya, bank sampah harus berpindah-pindah karena hanya menggunakan tempat pinjaman. Hal ini membuat pengelolaan menjadi sulit dan tidak stabil dalam jangka panjang.
“Dengan adanya lokasi yang tetap, diharapkan bank sampah ini dapat memberikan solusi yang lebih konkret dan sustainable bagi pengelolaan sampah kota.” kata Taufik Kamis (21/11/24)
Taufik menerangkan untuk pengelolaan bank sampah sepenuhnya diserahkan kepada teman-teman di tingkat kelurahan. Proses operasional yang terstruktur ini direncanakan agar bank sampah hanya buka seminggu sekali setiap hari Jumat, menyediakan kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif.
Informasi dan pengumuman terkait operasional bank sampah disampaikan kepada para nasabah secara efisien menggunakan grup WhatsApp, sehingga komunikasi tetap terjaga meskipun terdapat kesibukan di antara masyarakat kota.
“Partisipasi dari masyarakat sangatlah beragam dan terbuka luas. Tidak hanya warga kota biasa yang aktif berkontribusi, tetapi juga sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) turut serta menabung di bank sampah.” tegasnya
Hal ini menunjukkan kesadaran dan kepedulian berbagai lapisan masyarakat terhadap lingkungan semakin meningkat, serta dapat menjadi contoh partisipasi kolektif pada kegiatan sosial yang bermanfaat.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah bagaimana mengelola bank sampah di tengah masyarakat yang memiliki berbagai kesibukan. Meski masyarakat kota sangat majemuk dan memiliki latar belakang pekerjaan yang berbeda-beda, hal ini diharapkan tidak menjadi hambatan.
“Kami berharap bank sampah dapat beroperasi penuh dan optimal di akhir tahun ini, memberikan solusi efektif dalam pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.” ungkapnya
Ia menambahkan, pentingnya keberadaan bank sampah tidak dapat dipandang sebelah mata. Inisiatif ini hadir sebagai solusi konkret dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Selain mengurangi dampak negatif dari sampah, ini juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
“Diharapkan pula dengan keberadaan bank sampah yang dikelola masyarakat setempat, komunikasi dan koordinasi dapat lebih mudah tercapai, sehingga keberhasilan program ini dapat terwujud secara berkelanjutan.” pungkasnya (adv/dk)

















