KUKAR : Kasus stunting masih menjadi perhatian utama di Kecamatan Sebulu. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi dan pola makan sehat menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka stunting di wilayah ini. Pemerintah Kecamatan Sebulu pun bergerak cepat untuk menurunkan angka stunting hingga mencapai level hijau pada akhir 2024.
Camat Sebulu, Edi Fachruddin, menegaskan komitmennya dalam memerangi stunting. Saat ini, Kecamatan Sebulu berada pada level kuning, yang mengindikasikan gejala atau risiko stunting yang cukup tinggi.
“Penanganan cepat dan tepat sangat diperlukan agar angka stunting di Sebulu dapat ditekan dan tidak berkembang menjadi kasus yang lebih serius,” kata Edi pada Jum’at (15/11/24).
Pemerintah Kecamatan Sebulu telah mengambil berbagai langkah strategis, termasuk Pemberdayaan Kader Posyandu Melibatkan kader Posyandu secara aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Kolaborasi Lintas Instansi Bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan efektivitas program penanganan stunting.
Kemudian edukasi Masyarakat Memberikan penyuluhan tentang pentingnya gizi dan pola makan sehat bagi ibu hamil dan balita. Pemberian Makanan Tambahan. Menyediakan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita yang berisiko stunting. Peningkatan Akses Air Bersih dan Sanitasi Memastikan ketersediaan air bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai.
Selanjutnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita melalui Posyandu. Pendampingan Keluarga. Memberikan pendampingan kepada keluarga yang memiliki balita dengan risiko stunting.
“Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang, yang sering kali dimulai sejak kehamilan. Anak dengan stunting biasanya memiliki pertumbuhan yang lambat dan tinggi badan di bawah rata-rata,” jelas Edi.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan penurunan angka stunting menjadi di bawah 15 persen pada akhir 2024. Pada 2022, angka stunting di Kukar mencapai 17,46 persen, dan berhasil turun menjadi 16,39 persen pada 2023.
Edi berharap komitmen kuat dari berbagai pihak dapat membantu menurunkan angka stunting di Kecamatan Sebulu dan Kabupaten Kukar secara keseluruhan.
“Dengan kerja sama dan upaya maksimal, kami optimis target ini dapat tercapai,” tutupnya.
Melalui langkah-langkah strategis yang telah dilakukan, Kecamatan Sebulu diharapkan mampu menjadi wilayah bebas stunting di masa depan. (adv/dk)

















