KUKAR : Beberapa proyek pembangunan infrastruktur jalan di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), telah selesai dilaksanakan pada tahun 2024. Pembangunan ini memudahkan konektivitas warga, baik untuk keperluan ekonomi maupun aktivitas lainnya.
Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, menyatakan bahwa sebagian besar pembangunan jalan dilakukan melalui APBD Perubahan. Salah satu jalan yang dibangun adalah jalan yang menghubungkan Rapak Lambur dengan Senoni. “Saat ini proses pengerjaan sudah hampir selesai, hanya tersisa 100 meter. Dua tahun terakhir, perbaikan jalan ini berlangsung secara bertahap,” jelas Yusuf, Selasa (5/11/24).
Selain itu, pengerjaan di Jalan Durian sepanjang 500 meter juga dilaksanakan pada tahun ini, setelah sebelumnya di tahun 2023 dibangun sepanjang 150 meter. Yusuf mengatakan, jalan sepanjang 2 kilometer ini berpotensi menjadi jalur utama yang menghubungkan beberapa desa menuju jembatan Sebulu dan Tenggarong.
“Di Rapak Lambur, Dinas PU juga mengerjakan beberapa jalan penting, termasuk Jalan Durian, jalan konektivitas ke Bendang Raya, serta jalan lain yang menghubungkan ke Serbaya. Sebagian besar jalan lingkungan ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang mobilitas,” tambahnya.
Yusuf menambahkan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) rutin dilakukan untuk mendengar usulan warga terkait perbaikan jalan. Hingga kini, banyak jalan lingkungan dan gang yang memerlukan pengaspalan dan pengecoran.
Sebagai kepala desa, Yusuf berupaya keras memperjuangkan perbaikan infrastruktur di desanya melalui lobi dengan pemerintah daerah dan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kami berkolaborasi dengan Pemkab, baik Dinas PU maupun Perkim. Desa kami memang masih banyak yang memerlukan perhatian, terutama di jalur-jalur gang kecil. Dari sekitar 15 RT, estimasinya ada 80 hingga 100 gang yang memerlukan perbaikan,” ungkapnya.
Selain pembangunan jalan, Yusuf menyebutkan adanya pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang telah terpasang tahun ini di sepanjang gerbang desa hingga perbatasan dengan Sebulu dan Bloro.
“Dengan jarak sekitar 4 kilometer, lampu-lampu ini berhasil dipasang, dan kami mendapat dukungan dari warga untuk memperjuangkan penerangan maksimal di desa ini,” pungkasnya. (adv/dk)

















