KUKAR: Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat pembinaan atlet usia dini dengan menyasar kalangan pelajar mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). Ke depan, pembinaan tersebut juga ditargetkan menjangkau lingkungan perguruan tinggi guna melahirkan atlet bridge berprestasi.
Koordinator Bidang Prestasi GABSI Kukar, Juniar Baihaki, mengatakan pembinaan atlet selama ini telah berjalan melalui sejumlah klub bridge yang ada di Kukar. Upaya tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan olahraga bridge sekaligus menjaring bibit atlet potensial sejak usia sekolah.

Menurutnya, pembinaan usia dini menjadi investasi penting bagi keberlangsungan prestasi bridge di Kukar. Karena itu, pihaknya berencana memperluas jangkauan pembinaan hingga ke kalangan mahasiswa.
“Selama ini kami sudah melakukan pembinaan usia dini melalui klub-klub yang ada di Kukar. Bahkan, sudah merambah ke sekolah-sekolah, mulai dari SD, SMP hingga SMA. Ke depan, harapan kami bisa masuk juga ke perguruan tinggi,” ujarnya, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, salah satu tantangan dalam mengembangkan olahraga bridge adalah mengubah pandangan masyarakat yang selama ini masih mengaitkannya dengan permainan kartu yang memiliki citra negatif.
Padahal, bridge merupakan cabang olahraga yang memiliki prestise dan telah dipertandingkan di berbagai ajang olahraga tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, ia berharap media turut berperan memperkenalkan bridge kepada masyarakat secara lebih luas.
“Kami ingin menghapus stigma bahwa bridge hanya permainan kartu dengan image negatif. Ini merupakan olahraga bergengsi yang diakui di tingkat nasional maupun dunia. Kami berharap teman-teman media bisa membantu mempublikasikan dan menyosialisasikan olahraga ini kepada masyarakat,” jelasnya.
Antusiasme terhadap olahraga tersebut juga dinilai cukup menjanjikan. Hal itu terlihat dari penyelenggaraan event tingkat Kalimantan Timur yang sebelumnya diikuti banyak peserta dari kalangan pelajar. Bahkan, peserta usia dini mendominasi dibandingkan atlet senior yang telah lama berkecimpung di cabang olahraga bridge.
Saat ini, GABSI Kukar memiliki tiga klub yang menjadi wadah pembinaan atlet, khususnya bagi kalangan usia sekolah. Meski belum masuk sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, pihaknya berharap ke depan olahraga bridge dapat memperoleh ruang pembinaan yang lebih luas melalui koordinasi dengan dinas dan instansi terkait.
Dari sisi dukungan pemerintah daerah, Ia menyebut perhatian terhadap pengembangan bridge sudah cukup baik, terutama dukungan secara moral. Sementara pemenuhan sarana dan prasarana masih terus diupayakan melalui pengajuan kepada pihak terkait dengan mempertimbangkan kondisi efisiensi anggaran daerah.
Untuk target prestasi, GABSI Kukar saat ini berupaya mempersiapkan atlet menghadapi event World Bridge. Selain itu, pada 2027 mendatang, para atlet juga direncanakan mengikuti sejumlah kejuaraan di luar daerah, baik tingkat nasional, daerah maupun provinsi.
Keikutsertaan dalam berbagai kompetisi tersebut diharapkan mampu menambah pengalaman bertanding sekaligus mematangkan kemampuan atlet sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Tujuan utama kami tentu bagaimana atlet-atlet Kukar bisa berkembang dan nantinya berpartisipasi dalam PON dengan mewakili Kalimantan Timur. Karena itu, pembinaan dan keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan menjadi bagian dari persiapan menuju target tersebut,” pungkas Juniar.
Sementara itu, Kepala Bidang Prestasi Olahraga Dispora Kukar, Rita Agustina, menyambut baik pembinaan atlet sejak usia dini yang dilakukan GABSI Kukar. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan atlet potensial yang mampu bersaing di berbagai tingkatan kompetisi.
Ia berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan atlet, sehingga ke depan mampu membawa prestasi bagi daerah.
“Semoga dengan adanya pembinaan sejak dini, atlet-atlet di Kukar semakin berkembang dan ke depannya bisa mengharumkan nama Kukar di tingkat provinsi, nasional maupun internasional,” tutupnya. (Van)

















