KUKAR: Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat konektivitas transportasi melalui program bus sekolah sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik.
Upaya ini dilakukan untuk membantu pelajar mendapatkan akses transportasi yang aman dan memudahkan perjalanan menuju sekolah, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, mengatakan saat ini pihaknya telah memfasilitasi sembilan unit bus sekolah yang beroperasi di sejumlah kecamatan. Pengadaan dan penempatan bus tersebut disesuaikan dengan hasil analisis serta pembahasan bersama pihak kecamatan yang membutuhkan layanan transportasi bagi pelajar.
“Memang baru ada sembilan bus sekolah yang kami fasilitasi di beberapa kecamatan, berdasarkan analisis dan diskusi dengan teman-teman kecamatan yang memerlukan,” ujarnya, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, Dishub Kukar juga memperoleh bantuan satu unit bus dari Kementerian Perhubungan. Kendaraan tersebut direncanakan untuk mendukung pelayanan transportasi pelajar di Kecamatan Sanga Sanga.
Penyerahan bus dijadwalkan bertepatan dengan kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sanga Sanga.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan kelompok pemuda di Sanga Sanga yang sebelumnya telah disampaikan kepada Dishub Kukar. Mereka bahkan menyatakan kesiapan untuk membantu mengoperasikan layanan bus sekolah, mulai dari penyediaan sopir dan kernet hingga kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).
“Jadi, kami hanya menyerahkan bus, kemudian operasionalnya nanti dilakukan oleh pemerintah kecamatan Sanga-Sanga bersama kawan-kawan KNPI dan relawan di sana. Mereka juga siap berkolaborasi dengan perusahaan di sekitar wilayah tersebut,” jelasnya.
Adapun layanan bus sekolah yang telah berjalan saat ini tersebar di sejumlah wilayah, yakni Loa Tebu, Rapak Lambur, Loa Kulu, Kota Bangun, Kembang Janggut, Tabang, Samboja, Muara Jawa, dan Muara Badak.
Ia menilai, keberadaan bus sekolah menjadi salah satu solusi untuk membantu pelajar yang menghadapi kendala transportasi. Kondisi geografis dan akses jalan di sejumlah wilayah Kukar membuat sebagian siswa membutuhkan dukungan sarana transportasi agar dapat menjangkau sekolah dengan lebih mudah.
Ia mencontohkan beberapa kawasan yang berada di sekitar perkebunan kelapa sawit maupun desa yang aksesnya terbatas akibat jalur pipa minyak dan gas bumi (migas). Situasi tersebut membutuhkan perhatian bersama agar mobilitas pelajar tidak terhambat.
Karena itu, Dishub Kukar berharap keterlibatan masyarakat, pemerintah kecamatan, pihak sekolah, organisasi kepemudaan, dan perusahaan dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjawab keterbatasan anggaran pemerintah sekaligus memperluas jangkauan layanan bus sekolah.
“Kami berharap ada partisipasi masyarakat dan perusahaan untuk berdiskusi dengan pihak sekolah maupun kecamatan dalam mencari solusi persoalan transportasi anak sekolah, terutama di daerah yang akses transportasinya sulit,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dukungan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu penyediaan bus sekolah di wilayah yang membutuhkan.
Dengan sinergi berbagai pihak, Dishub Kukar berharap layanan transportasi pelajar dapat menjangkau lebih banyak kecamatan secara bertahap. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas daerah dan mendukung pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Harapannya, kita bisa berkolaborasi dengan perusahaan di sekitar wilayah tersebut untuk pengadaan bus sekolah, sehingga kebutuhan transportasi anak-anak menuju sekolah bisa terbantu,” pungkasnya. (Adv/Van)

















