Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineKUTAI KARTANEGARA

Lapas Tenggarong Resmikan SAE Pastarung, Siapkan Bekal Keterampilan bagi Warga Binaan

219
×

Lapas Tenggarong Resmikan SAE Pastarung, Siapkan Bekal Keterampilan bagi Warga Binaan

Share this article
Peresmian Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Pastarung Bertempat di Kawasan SAE Lapas Kelas IIA Tenggarong. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Peresmian Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Pastarung Bertempat di Kawasan SAE Lapas Kelas IIA Tenggarong. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong meresmikan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Pastarung yang mengintegrasikan pembinaan keterampilan, pertanian, budidaya ikan, hingga pemasaran produk bagi warga binaan. Peresmian berlangsung di kawasan SAE Lapas Kelas IIA Tenggarong, Selasa (20/10/2026).

Program yang bernama Sarana Asimilasi Edukasi Pemasyarakatan Tangga Arung Pas Tarung tersebut dirancang untuk membekali warga binaan dengan kemampuan praktis dan pengalaman usaha sebagai persiapan sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Di kawasan SAE ini, tersedia sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari lahan pertanian, kolam budidaya ikan, hingga Nahlok Cafe. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan proses pembinaan dengan kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Yan Rusmanto, mengatakan SAE Pastarung merupakan salah satu program pembinaan kemandirian yang tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga mendorong warga binaan mengenal proses pemasaran hasil kegiatan mereka.

Menurutnya, pembinaan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pelatihan di dalam lapas, praktik keterampilan, hingga pemasaran produk yang dihasilkan.

“Kalau kita lihat dari awal, pembinaan ini dimulai dari dalam, kemudian ada praktik vokasi dan diakhiri dengan pemasaran. Selain mendukung program ketahanan pangan, di sini juga ada kafe bernama Nahlok Cafe,” ujarnya.

ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan keterampilan warga binaan. Dengan demikian, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga mempunyai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa, menjelaskan SAE Pastarung dibangun dengan konsep keterpaduan antara pembina, pelatih, pelaku usaha, warga binaan, dan pasar.

Ia menyebut pihaknya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Mitra yang terlibat diharapkan dapat memberikan pelatihan, pendampingan, hingga dukungan permodalan bagi warga binaan yang mengikuti kegiatan pembinaan.

“Yang memberikan pelatihan adalah mitra yang sudah bekerja sama dengan kami. Untuk permodalan, kami juga berharap ada dukungan dari pihak ketiga, termasuk para pengusaha. Pelakunya adalah warga binaan, sedangkan pasar dan jaringan pendukungnya disiapkan melalui kerja sama tersebut,” jelasnya.

Menurut Wayan, keterpaduan itu menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan pembinaan di dalam lapas. Warga binaan diharapkan memiliki pengetahuan dan keahlian yang dapat diterapkan ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

Dengan adanya keterampilan tersebut, mereka diharapkan mempunyai peluang untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri. Hal ini juga menjadi upaya mengurangi risiko warga binaan kembali melakukan tindak pidana akibat keterbatasan kemampuan dan kesempatan ekonomi setelah bebas.

Dukungan terhadap program SAE Pastarung turut disampaikan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar. Kepala Distanak Kukar, Moh. Rifani, yang hadir mewakili Bupati Kukar, menyatakan pemerintah daerah siap mendukung kegiatan pembinaan tersebut, terutama melalui sektor pertanian.

Ia menilai warga binaan tetap menjadi bagian dari masyarakat yang perlu mendapatkan pembinaan dan kesempatan untuk memperbaiki kehidupan. Karena itu, dukungan pemerintah daerah dinilai penting agar keterampilan yang diperoleh selama berada di lapas dapat dimanfaatkan setelah mereka bebas.

“Secara prinsip, kami dari Pemkab Kukar, khususnya Dinas Pertanian, akan tetap mendukung program SAE Pastarung ini. Secara moral, warga binaan merupakan warga yang dititipkan kepada lapas untuk dididik agar ketika keluar nanti menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dukungan yang dapat diberikan antara lain berupa alih pengetahuan, pendampingan teknis, serta bantuan sarana produksi pertanian sesuai kebutuhan dan kemampuan pemerintah daerah.

Bantuan tersebut, akan dibahas lebih lanjut agar pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan program. Salah satu bentuk dukungan yang memungkinkan diberikan ialah penyediaan benih sayuran untuk menunjang kegiatan pertanian di kawasan SAE.

Pemkab Kukar berharap warga binaan yang telah memperoleh keterampilan dapat ikut menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka setelah kembali.

Dengan begitu, manfaat program tidak berhenti di dalam lapas, tetapi juga dapat dirasakan masyarakat luas. Pemerintah daerah berharap para mantan warga binaan mampu beradaptasi, berdaya saing, serta memperoleh kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

“Harapannya, ketika mereka keluar dari lapas, ilmu yang didapat bisa ditransfer kepada masyarakat sekitarnya. Jadi, mereka tidak lagi merasa ragu untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya. (Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *